Masyarakat Desa Karya Sari Datangi Kantor Kecamatan Leuwiliang

Bogor.swaradesaku.com.Masyarakat Desa Karya Sari telah berkumpul sejak Pagi di halaman Kantor Kecamatan Leuwiliang, untuk menemui camat Leuwiliang.(18/11/19)

Tujuan masyarakat tersebut untuk mempertanyakan beberapa masalah mengenai pembangunan yang ada di wilayah desa Karya Sari.

Setelah lama menunggu, akhirnya bisa bertemu dengan H.Daswara selaku Camat Leuwiliang sekitar pukul 17.00.

H.Daswara meminta maaf karena baru dapat menemui warga karena ada pekerjaan di luar yang baru selesai.

Salah seorang dari warga masyarakat karya sari Rustam mengatakan, bahwa kedatangan warga Karya Sari ke kantor kecamatan leuwiliang ingin mempertanyakan beberapa permasalahan berkaitan dengan pembangunan yang ada di wilayah Desa Karya Sari.

Kami meminta transparansi mengenai anggaran-anggaran pembangunan yang ada di Desa Karya Sari terutama mengenai anggaran Dana Desa,karena selama ini segala kebijakan anggaran Dana Desa,warga tidak mengetahui,kemana anggaran itu dan untuk apa..

Setelah kami selidiki bersama warga masyarakat ternyata apa yang di realisasikan di lapangan tidak sesuai dengan Rencana anggaran Belanja.

Salah satu temuan di lapangan yaitu pengerjaan lapisan penetrasi di wilayah RT 01 RW 07,mengenai panjang-lebar-tebal ternyata setelah di kroscek kelapangan ternyata tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja(RAB) menurut keterangan pihak mereka dari inspektorat.

Yang saya kaget lagi menurut bendahara Desa anggaran tersebut diserahkan kepada sekretaris desa,itukan di luar kewenangan nya sebagai sekretaris desa.

Selama ini yang terjadi di Desa Karya Sari tidak ada transparasi kepada warga masyarakat,dan yang bikin miris Rt/Rw juga tidak mengetahui adanya pembangunan di wilayah nya apalagi warga.

Sampai Oding Pjs Kepala Desa Karya Sari ketika di konfirmas dirinya bingung menjawab,kenapa ini bisa terjadi.padahal disitu sudah jelas bahwa Rt/Rw harus mengetahui segala macam kegiatan yang ada di wilayahnya masing-masing, ungkapnya.

Camat Leuwiliang H Daswara mengatakan,pada inti nya mekanisme pengawasan pekerjaan itu oleh inspektorat terkait artinya ketika berbicara pengawasan itu oleh inspektorat.

Pelaksanaan tugas itu,kita tidak bisa memberikan penilaian sendiri-sendiri karena memang ada,lembaga yang berwenang yaitu pejabat tekhnis yang di tunjuk,artinya ketika memang ada permasalahan-permasalahan yang memang ada indikasi oleh masyarakat tidak beres buatkan laporan tertulis kepada camat tembusan kepada inspektorat,pasti akan di periksa dampingi oleh masyarakat.

Saya sebagai camat tidak akan menutupi ketika memang ada indikasi dan hak masyarakat untuk mengetahui,sy harapkan masyarakat tidak berpikir bahwa pemerintah diam.

Intinya saya sebagai camat tidak akan menutup-nutupi apabila terdapat kesalahannya secara hukum,akan di tindak lanjuti,pemerintah tidak akan mentoleri kepada pejabat-pejabat yang korupsi atau yang melakukan kesalahan, demikian ungkapnya.(Tommy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *