• Ming. Jun 7th, 2026

FGD Dan Diseminasi PKM Universitas Terbuka Dorong Penguatan Desa Wisata Serta Agribisnis Kopi Berbasis Ekowisata Ciwaluh

Bogor.swaradesaku.com. Upaya pengembangan potensi desa wisata dan agribisnis kopi berbasis ekowisata di Kabupaten Bogor terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan **Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Desa Wisata dan Agribisnis Kopi Berbasis Ekowisata Ciwaluh”** yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Sabtu (6/6/2026), di kawasan Ekowisata Ciwaluh, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, budayawan, aktivis wisata, kelompok tani, perwakilan kecamatan dan pemerintah desa,Babinmas,Babinsa Karang Taruna, tokoh agama, hingga para pegiat ekonomi kreatif dan tokoh masyarakat lainnya. Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi NasDem, Fahirmal Fahim, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata berbasis potensi lokal tersebut.

FGD berlangsung interaktif dengan membahas berbagai strategi pengembangan Ekowisata Ciwaluh sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu mengintegrasikan sektor pariwisata, pertanian kopi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Sejumlah peserta menyampaikan gagasan, usulan, dan pertanyaan terkait langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Salah satu usulan menarik disampaikan oleh Akey, pegiat seni budaya Sunda Kabupaten Bogor yang mewakili Pamong Budaya Kabupaten Bogor. Dalam forum tersebut, ia mengusulkan agar pengelola Ekowisata Ciwaluh menghadirkan inovasi berupa penyelenggaraan event budaya dan pesta rakyat secara berkala.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya lokal, khususnya dari Kecamatan Cigombong.

> “Pengembangan wisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus menghadirkan atraksi yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung. Kegiatan seni budaya, pesta rakyat, pameran hasil pertanian, dan pelibatan UMKM lokal dapat menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain menampilkan seni dan budaya daerah, konsep tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi produk unggulan masyarakat seperti kopi lokal, hasil pertanian, kuliner tradisional, serta berbagai produk UMKM yang menjadi identitas kawasan Ciwaluh.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi NasDem, Fahirmal Fahim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, pelaku wisata, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan.

> “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Universitas Terbuka yang telah menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi seperti ini. Potensi Ekowisata Ciwaluh sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan Kabupaten Bogor. Tentu diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Fahirmal juga berharap hasil diskusi yang telah dihimpun dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat identitas wisata lokal Kabupaten Bogor.

Sementara itu, salah satu aktivis Ekowisata Ciwaluh, Andri, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kawasan tersebut. Menurutnya, dukungan akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi energi positif untuk mempercepat pengembangan Ekowisata Ciwaluh.

“Kami berharap Ekowisata Ciwaluh dapat menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, mengangkat potensi kopi lokal, serta menjadi ruang tumbuh bagi seni budaya dan ekonomi kreatif masyarakat. Semoga hasil FGD ini menjadi langkah awal menuju kemajuan bersama,” tuturnya.

Melalui kegiatan FGD dan Diseminasi PKM ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat posisi Ekowisata Ciwaluh sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan agribisnis kopi yang berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cigombong dan Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.

(Dede.R)