Bogor.swaradesaku.com. Desa Ciburayut menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan final “Lomba Kebersihan Dayeuh Padjajaran” tingkat Kecamatan Cigombong yang berlangsung pada Senin, 26 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 9 desa se-Kecamatan Cigombong ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pelestarian budaya, serta penguatan nilai gotong royong di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Rangkaian kegiatan lomba sendiri telah dimulai sejak 12 Mei 2026, dengan berbagai tahapan penilaian yang dilakukan oleh panitia dan tim juri. Puncak penilaian final dilaksanakan di Desa Ciburayut sebagai tuan rumah acara, yang menampilkan kesiapan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, penataan wilayah, hingga pelestarian budaya lokal.
*Kepala Desa Ciburayut, Duloh, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat desa yang peduli terhadap lingkungan dan budaya.*
“Menuju Desa Ciburayut yang bersih, berbudaya dan bersinergi menjadi semangat kami bersama. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan wujud nyata program akselerasi pembangunan pedesaan untuk membudayakan kembali semangat gotong royong, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai memudar,” ujar beliau saat memberikan sambutan di hadapan tim penilai dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat mulai dari aparatur desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu PKK menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan tanpa kebersamaan dan kepedulian bersama.
Suasana kebersamaan juga terlihat dari antusiasme warga yang bergotong royong mempercantik lingkungan desa, membersihkan jalan, menata taman, hingga menampilkan berbagai potensi budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Ciburayut.
*Sementara itu, tokoh pemuda Karang Taruna Desa Ciburayut, BelgI atau yang akrab disapa Kang Belgi, saat diwawancarai wartawan media Swara Desaku menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan dan budaya daerah.*
*“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda desa mampu menjadi garda terdepan dalam perubahan positif. Melalui kegiatan ini, kami belajar tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan menjaga budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ungkap Kang Belgi.*
Ia juga berharap kegiatan seperti “Lomba Kebersihan Dayeuh Padjajaran” dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu membangun semangat persatuan antarwarga sekaligus mempererat hubungan antar desa di Kecamatan Cigombong.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena tidak hanya berorientasi pada penilaian lomba semata, tetapi juga menjadi gerakan sosial masyarakat dalam menciptakan desa yang sehat, nyaman, dan berdaya saing.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat, Desa Ciburayut dinilai berhasil menghadirkan wajah desa yang bersih, harmonis, dan tetap menjaga nilai budaya lokal sebagai kekuatan pembangunan masa depan.
(Dede Royani)
