Cirebon.swaradesaku.com. Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), sejumlah proyek strategis mulai direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah peningkatan Jalan Pengarengan–Sindanglaut. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Decon Jaya Mandiri dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Cirebon tahun 2026 senilai Rp 910.832.000.
Adapun volume pekerjaan meliputi panjang 430 meter dengan lebar 4 meter. Peningkatan jalan ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon Timur, Rabu ( 25/2/26 ).
Salah satu warga Astana Mukti, Kecamatan Pangenan, Cirebon Timur, Togler, mengaku senang dan menyambut baik pembangunan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan dan kerap dikeluhkan pengguna jalan.
“Kami sebagai warga tentu merasa senang. Jalan ini sangat penting untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun mengangkut hasil usaha,” ujarnya.
Ia berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat secara maksimal.
Peningkatan infrastruktur jalan memang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, mengingat perannya yang vital dalam menunjang mobilitas, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Langkah Pemkab Cirebon menggenjot pembangunan infrastruktur di awal tahun sebagai bentuk keseriusan dalam membangun daerah. Infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir yang bergantung pada kelancaran distribusi hasil pertanian, perikanan, maupun perdagangan.
Namun demikian, percepatan pembangunan juga harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan. Transparansi anggaran, keterbukaan informasi proyek, serta pengawasan dari masyarakat menjadi elemen penting agar setiap rupiah dari APBD benar-benar memberikan manfaat optimal.

Pembangunan yang baik bukan hanya soal cepat selesai, tetapi juga soal kualitas, daya tahan, dan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan profesional dan akuntabel, proyek-proyek seperti ini akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Kabupaten Cirebon ke depan.
( Ade Falah )
