Bogor.swaradesaku.com.Minggu, 27 Okt 2019 Gerakan Resolusi Bogor (GRB) melaksanakan agenda fokus Grup Diskusi (FGD) dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 91.

    Acara yang mengusung tema ” Refleksi Sumpah Pemuda Dalam Balutan Oligarki ” diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Ormawa Dan OKP. Narasumber dalam kegiatan FGD tersebut diantaranya Dede Juhendi (Komisioner KPU kota Bogor), Firman Wijaya (Komisioner Bawaslu Kota Bogor), Dan Apendi Arsyad (Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor), mereka tidak hanya memberikan teori namun juga berharap mahasiswa dan pemuda melakukan praktik secara langsung.

    Dalam paparannya, Dede Juhendi mengemukakan bahwasanya Oligarki Di Indonesia hari ini sudah menjamur Dan susah untuk diberantas ” Oligarki itu seperti kentut yang bisa dirasakan baunya tapi sulit diketahui siapa yang mengeluarkan baunya” jelasnya

    Hal senada pun disampaikan oleh pemateri lainnya, Firman Wijaya. Menurutnya, Refleksi Sumpah Pemuda jangan sampai kehilangan Elan Vitalnya yaitu gerakan mahasiswa, hari ini masyarakat sangat menunggu Gerakan – gerakan mahasiswa dan pemuda yang berhubungan dengan tema FGD malam ini.

    ” Oligarki telah merusak sendi – sendi kehidupan bernegara dimana pemerintah sudah dikuasi oleh beberapa golongan atau kelompok tertentu” tegasnya

    Dibenarkan oleh Narasumber yang ketiga Apendi Arsyad bahwa Oligarki bukan hanya berada ditatanan negara tapi juga sudah menjamur di miniatur negara (Kampus), makanya perlu perubahan dan gerakan dari mahasiswa untuk melawan Oligarki.

    ” Jangan takut untuk menyampaikan Aspirasi dengan ancaman di DO oleh kampus, jika mahasiswa sudah takut dengan ancaman maka kacau nasib bangsa kita kedepan karena aset terbesar yang masih kita miliki adalah mahasiswa dan pemuda”

    Acara ini rupanya mendapat sambutan baik dari para peserta. Menurut salah seorang peserta Akbar selaku Presma Terpilih UNIDA, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah ilmu tentang gerakan pemuda dan akan saya coba terapkan di kampus.

    “Kegiatan ini memberikan manfaat untuk menambah ilmu. Saya menjadi tahu tujuan Mahasiswa dan pemuda itu apa, solusinya bagaimana, serta apa yang harus dilakukan dari mahasiswa untuk memberantas Oligarki baik di negara maupun miniaturnya yaitu kampus,” pungkas Akbar.

    Ucapan serta rasa bangga GRB sampaikan atas antusiasme dari narasumber dan peserta dalam FGD tersebut.

    Yunandar Sowakil selaku Ketua Pelaksana Mengatakan ” problematika yang dipaparkan oleh narasumber di atas akan menjadi PR kita sebagai kaum intelektual muda untuk melawan sampai mematikan balutan Oligarki, sehingga kursi kekuasaan bisa di isi oleh orang yang memiliki ide Dan gagasan untuk memajukan Indonesia dikemudian hari”.

    FGD berjalan dengan lancar dan aktif ini di pandu oleh moderator Fakhri Lutfiansyah (Ketua Gerakan Resolusi Bogor).(Red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *