Jakarta. swaradesaku.com. Penangkapan terhadap tersangka Aulia Kesuma yang mengungkap beberapa fakta mengejutkan terkait motif pembunuhan berencana terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama (54) alias Pupung Sadili dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

    Aulia dan Edi menikah pada tahun 2011, sejak saat itu kehidupan pernikahan Aulia dan Edi ditempa banyak masalah. Aulia mengklaim bahwa dirinya harus banting tulang seorang diri dalam menopang ekonomi keluarganya.

    Sebelum tragedi pembunuhan suami dan anak tirinya seperti yang dilansir dari kompas.com, kali ini Aulia juga akui nekat membunuh suami dan anak tirinya di karenakan terinspirasi dari adegan pembunuhan di sinetron yang saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Jakarta, selasa (03/09/2019).

    “Sebenarnya saya cuma berusaha membuat satu cerita, Edi dan Dana akan pergi ke luar rumah tapi nggak tahu mobil tangkinya bocor pas lagi mereka pergi menyalahkan mobil dan Dana sedang merokok, terjadilah ledakan. Kami ini ya mungkin kebanyakan nonton sinetron atau bagaimana ya,” Ujarnya.

    Ia mengaku bahwa dirinya terlilit hutang hingga miliyaran rupiah, diketahui  Aulia sempat meminta kepada sang suami untuk menjual rumah guna untuk melunasi hutang-hutangnya sebesar Rp 10 Milyar kepada bank, meski demikian Edi Chandra tak menyetujui usulan tersebut.

    Merasa tak sanggup lagi untuk melunasi hutangnya, Aulia pun merencanakan pembunuhan tersebut pada bulan Juli yang dibantu oleh KV (anak kandung Aulia), RD, dan 2 orang pembunuh bayaran.

    Aulia juga mengaku, sempat di ancam oleh Dana yang merasa hidupnya berubah sejak Aulia hamil anak hasil pernikahan dengan Edi.

    “Disitu ada bukti chat (percakapan) bahwa Dana pernah mempunyai niat untuk menghabisi nyawa saya karena dia tidak suka waktu saya hamil Rena (anak kandung Aulia). Dana waktu itu bilang bahwa ‘Hidup gue hancur gara-gara perempuan itu (Aulia)’,” Ujar Aulia.

    Pada awalnya rencana pembunuhan tersebut dilakukan dengan cara menyantet korban, Aulia pun meminta bantuan pada RD, Aulia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 Juta kepada RD. Namun, rencana pertama itu tak berhasil.

    Kembali menyusun rencana pembunuhan kedua, Aulia berniat untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya dengan menggunakan senjata api. Aulia kembali meminta bantuan kepada RD untuk mencarikan senjata api sekaligus pembunuh bayaran.

    Namun, rencana kedua tak berhasil lagi dikarenakan Aulia tak mampu membeli senjata api tersebut senilai Rp 50 Juta. Setelah kedua rencana sebelumnya gagal, kali ini Aulia membuat rencana pembunuhan dengan cara meracuni dan membakar suami dan anak tirinya.

    Edi dan Dana dibunuh dengan cara diracun menggunakan 30 butir obat tidur jenis vandres. Setelah diracun, keduanya dibekap dirumahnya dikawasan Lebak Bulus dan kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat.

    Pada awalnya Aulia membuat skenario pembunuhan seolah-olah korban terbakar karena mobil terjun ke jurang, namun rencana jahat tersebut gagal karena KV menderita luka bakar saat berusaha membakar mobil dan kedua jenazah tersebut.

    Kini KV masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan, kedua pembunuh bayaran itu telah ditangkap di Lampung Timur, oleh team Jatanras Polda Metro Jaya yang dibantu oleh Polda Lampung. Keempat tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.(Syd/Red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *