• Rab. Jul 22nd, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Warga di sejumlah desa yang berada di sekitar Pabrik Gula (PG) Sindanglaut mengeluhkan meningkatnya populasi nyamuk setiap musim giling tebu. Kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat malam hari.

Dana, warga Desa Japuralor, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi serangan nyamuk, mulai dari menggunakan obat nyamuk bakar, semprot hingga obat nyamuk elektrik. Namun, jumlah nyamuk tetap sangat banyak sehingga warga kesulitan beristirahat.

“Sudah berbagai cara kami lakukan, mulai dari menggunakan obat nyamuk bakar, semprot, hingga obat nyamuk elektrik. Namun jumlah nyamuk tetap sangat banyak sehingga kami kesulitan tidur setiap malam,” ujarnya.

Menurut Dana, rumahnya berada di dekat saluran irigasi yang menjadi jalur aliran limbah dari kawasan pabrik. Karena itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama DPRD Kabupaten Cirebon melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah yang mengalir melalui saluran irigasi yang melintasi Desa Japurabakti, Desa Japurakidul, Desa Japuralor, Desa Astanajapura, hingga Desa Astanamukti, Selasa (21/26).

Warga berharap instansi berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pengelolaan limbah untuk memastikan tidak ada dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Mereka menduga saluran tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, namun menegaskan dugaan itu perlu dibuktikan melalui kajian dan pemeriksaan ilmiah.

“Kami memahami gula merupakan kebutuhan masyarakat. Namun kami juga berharap proses produksinya tidak mengorbankan kenyamanan dan kesehatan warga di sekitar pabrik. Kami hanya ingin ada solusi agar masyarakat bisa beristirahat dengan tenang pada malam hari,” tambah Dana.

Warga berharap Pemkab Cirebon segera turun tangan melakukan evaluasi dan mencari solusi atas keluhan tersebut. Apabila tidak ada tindak lanjut, sebagian warga menyatakan akan menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa sebagai bentuk desakan agar persoalan tersebut segera mendapat penanganan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PG Sindanglaut belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

( Falah )