• Kam. Jan 22nd, 2026

Menjaga Nurani Pers dari Tanah Wali: PWI Kota Cirebon Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati Jelang HPN 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menggelar ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah, Kamis (22/1/2026) sore. Kegiatan ini menjadi rangkaian awal dalam menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026.

Ziarah tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan sarat makna spiritual dan reflektif bagi insan pers. Di tengah tantangan dunia jurnalistik yang kian kompleks, PWI Kota Cirebon memilih menapak jejak sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi kewartawanan.

Ketua PWI Kota Cirebon, Muhammad Alif Santosa, menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus doa bersama agar wartawan, khususnya di Kota Cirebon, senantiasa diberi kekuatan, keteguhan, dan kejernihan nurani dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengingat nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan keteladanan Sunan Gunung Jati. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan peran pers hari ini, yakni menjadi pilar demokrasi yang kritis namun tetap bertanggung jawab,” ujar Alif.

Menurut Alif, Sunan Gunung Jati dikenal sebagai tokoh penyebar Islam yang mengedepankan dialog, kebijaksanaan, dan pendekatan kemanusiaan. Prinsip-prinsip tersebut, kata dia, selaras dengan semangat jurnalistik yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, serta etika dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Selain sebagai ruang refleksi, kegiatan ziarah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan soliditas antaranggota PWI Kota Cirebon menjelang puncak peringatan HPN 2026. Alif menegaskan, HPN sejatinya bukan hanya perayaan tahunan, tetapi momentum evaluasi dan pengabdian pers terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 PWI Kota Cirebon, Hedy Herdyanto, menyampaikan bahwa puncak peringatan HPN akan diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat luas.
Pada puncak acara, akan digelar upacara peringatan HPN dengan peserta dan petugas dari pengurus PWI Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara, yang juga akan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Selain upacara, kami menyiapkan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian pers terhadap masyarakat.
Di antaranya potong tumpeng sebagai wujud syukur, donor darah dengan target 1.000 labu darah, serta cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi wartawan dan masyarakat umum,” kata Hedy.

Tidak berhenti di sana, rangkaian kegiatan HPN 2026 juga akan berlanjut di waktu yang berbeda. PWI Kota Cirebon merencanakan diskusi nasional pasca-Ramadan dengan melibatkan tokoh nasional dan lokal, festival puisi perempuan pada April bertepatan dengan Hari Kartini, turnamen futsal antar lembaga pada Mei, serta Safari Jurnalistik bagi mahasiswa dan pelajar SMA pada Juni.

Hedy menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar HPN tidak hanya dirasakan oleh insan pers, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

“HPN 2026 kami desain sebagai perayaan pers yang membumi, dekat dengan masyarakat, dan mampu menghadirkan manfaat konkret, baik dari sisi edukasi, kesehatan, maupun penguatan nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Melalui peringatan HPN 2026, PWI Kota Cirebon berharap pers semakin kokoh sebagai institusi yang profesional, berintegritas, serta peka terhadap isu sosial dan kemanusiaan, tanpa kehilangan independensi dan keberpihakan pada kebenaran.


(Ade Falah)