Cirebon.swaradesaku.com. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti rumah duka almarhumah Ibu Rusminah yang beralamat di Desa Astana Mukti, Blok Karanganyar, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Keluarga besar Bapak Sudarto, S.H. menggelar acara tahlilan tujuh hari sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir kepada almarhumah, yang merupakan ibunda tercinta Ketua Umum KOMPAK, Sudarto, S.H.

Acara tahlilan tersebut dihadiri ratusan orang yang terdiri dari keluarga besar, kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta rekan dan sahabat dari berbagai daerah. Kehadiran para pelayat dan undangan menjadi bukti besarnya rasa hormat, kepedulian, serta kecintaan masyarakat terhadap almarhumah semasa hidupnya, ( Selasa, 13/1/26 ).
Rangkaian doa dipimpin oleh tokoh agama setempat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil dan doa bersama agar almarhumah Ibu Rusminah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.
Perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan doa yang dipanjatkan oleh seluruh undangan.
“Kami atas nama keluarga besar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kerabat, dan sahabat yang telah hadir serta mendoakan almarhumah. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT,” ujar Sudarto, mewakili keluarga.
Tahlilan tujuh hari bukan sekadar rangkaian tradisi keagamaan, melainkan juga momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran ratusan undangan dalam tahlil almarhumah Ibu Rusminah mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial yang masih terjaga dengan baik di Kabupaten Cirebon.
Almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang sederhana, ramah, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Semasa hidup, beliau dikenal aktif menjalin hubungan baik dengan tetangga serta senantiasa menanamkan nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan keikhlasan dalam keluarga.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat yang pernah merasakan keteladanan, perhatian, dan sikap bersahaja beliau. Namun di balik duka tersebut, tersirat pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan pentingnya saling menguatkan dalam menghadapi cobaan hidup.
Melalui doa bersama ini, masyarakat menunjukkan bahwa duka bukan hanya milik satu keluarga, melainkan menjadi duka bersama yang dihadapi dengan kebersamaan. Nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan tahlilan ini patut dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan budaya masyarakat Cirebon.

Semoga almarhumah Ibu Rusminah husnul khatimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Aamiin ya rabbal ‘alamin.
(Ade Falah)
