Cirebon.swaradesaku.com. Desa Karangmalang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mencatat sejarah baru. Setelah kurang lebih 18 tahun, desa tersebut akhirnya menerima kunjungan resmi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026, Minggu (12/7/2026).

Momen tersebut disambut antusias oleh Pemerintah Desa dan masyarakat. Selama hampir dua dekade, warga mengaku belum pernah menerima kunjungan resmi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk berdialog langsung maupun menyerap aspirasi masyarakat di desa tersebut.
Kuwu Desa Karangmalang, Saronih, mengatakan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa selama tiga periode atau sekitar 18 tahun, baru kali ini ada kunjungan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang didampingi Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Shofi Zulfia.
“Bayangkan, selama saya menjabat sebagai kuwu tiga periode, sekitar 18 tahun, baru sekarang ada kunjungan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ke Desa Karangmalang. Tentu ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujar Saronih.
Ia menuturkan, selama ini masyarakat hanya bisa menyampaikan berbagai persoalan melalui pemerintah desa, sementara akses untuk bertemu langsung dengan wakil rakyat di tingkat provinsi sangat terbatas.
Menurutnya, Pemerintah Desa telah berulang kali berupaya menjalin komunikasi agar para wakil rakyat dapat hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar para wakil rakyat datang ke desa kami. Mungkin karena kesibukan masing-masing, selama 18 tahun belum ada kunjungan seperti ini,” katanya.
Saronih menjelaskan, salah satu aspirasi utama masyarakat adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, jalan penghubung antarwilayah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten perlu segera mendapatkan penanganan karena sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi awal terbangunnya komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan para wakil rakyat.
“Harapan kami, kunjungan ini bukan yang terakhir. Kami ingin para anggota DPRD, baik provinsi maupun kabupaten, terus hadir mendengarkan aspirasi masyarakat hingga benar-benar terealisasi,” harapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mudjiarto, ST, menyampaikan bahwa dirinya selama ini telah beberapa kali turun ke wilayah Karangmalang. Namun, kunjungan tersebut lebih banyak dilakukan langsung ke tengah masyarakat dibandingkan melalui agenda resmi di balai desa.
“Saya sebenarnya sudah beberapa kali datang ke Karangmalang. Memang bukan dalam agenda resmi di balai desa, tetapi langsung menemui masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi mereka,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi warga dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan penganggaran di tingkat provinsi.
Sementara itu, Aktivis Cirebon Timur, Ade Falah, menilai kunjungan tersebut patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah tindak lanjut dari berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat.
“Kehadiran wakil rakyat tentu kami sambut baik. Namun masyarakat hari ini tidak hanya membutuhkan kunjungan atau seremoni. Yang paling dinanti adalah realisasi program dan solusi nyata terhadap persoalan yang selama ini dikeluhkan, terutama infrastruktur jalan. Jangan sampai aspirasi hanya berhenti di ruang pertemuan tanpa ada tindak lanjut yang bisa dirasakan masyarakat,” tegas Ade Falah.
Ia juga berharap momentum tersebut menjadi awal meningkatnya perhatian pemerintah dan para legislator terhadap wilayah Cirebon Timur yang selama ini dinilai masih membutuhkan pemerataan pembangunan.

“Masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin didengar, diperhatikan, dan merasakan hasil nyata dari pembangunan. Kehadiran wakil rakyat harus menjadi jembatan penyelesaian masalah, bukan sekadar agenda politik sesaat,” pungkasnya.
( Red )
