Cirebon.swaradesaku.com. Sebuah yayasan baru yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat resmi berdiri dengan nama Yayasan Bina Pena Sejahtera (YBPS). Kehadiran yayasan ini membawa semangat baru dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi serta pembangunan kemandirian ekonomi demi terciptanya kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga besar wartawan.
Nama “Bina Pena Sejahtera” memiliki filosofi mendalam, yakni membina para penulis dan pemburu berita agar mampu memperoleh kehidupan yang layak, mandiri, dan berdikari melalui kekuatan literasi serta pengembangan kapasitas diri.
Dalam rapat pembentukan kepengurusan, disepakati struktur inti organisasi yang akan memimpin jalannya program-program strategis yayasan ke depan, yaitu:
Ketua : Wawan Gunawan
Sekretaris : Taufik Satori
Bendahara : Sugiarto
Ketua Yayasan Bina Pena Sejahtera, Wawan Gunawan, mengatakan bahwa pendirian yayasan ini dilandasi kepedulian terhadap kondisi sosial dan tantangan kesejahteraan yang masih dihadapi sebagian keluarga wartawan.
“Nama Bina Pena Sejahtera memiliki filosofi bahwa kami ingin membina kemampuan, gagasan, dan literasi masyarakat yang disimbolkan dengan pena sebagai alat utama untuk mencapai kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. Kami berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan, khususnya bagi keluarga besar wartawan,” ujar Wawan saat press release yayasan, Minggu (24/5).
Wawan yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja Jurnalis Polresta Cirebon menegaskan, YBPS tidak hanya fokus pada kegiatan sosial semata, tetapi juga akan membangun lembaga ekonomi produktif sebagai penopang kesejahteraan anggota dan masyarakat binaan.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan, Taufik Satori, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyelesaikan legalitas formal yayasan sekaligus merampungkan penyusunan program kerja tahunan.
Menurutnya, fokus awal yayasan akan diarahkan pada pembentukan sayap lembaga yang mampu menggerakkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan generasi muda, pengembangan UMKM, hingga bantuan sosial tepat sasaran.
“Kami ingin yayasan ini benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan nantinya harus menyentuh kebutuhan riil di lapangan,” ungkap Taufik.
Di tempat yang sama, Bendahara Yayasan, Sugiarto, menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi maupun keuangan yayasan.
“Kepercayaan publik dan para donatur adalah aset terbesar kami. Karena itu, setiap pengelolaan anggaran akan dilaporkan secara berkala dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Yayasan Bina Pena Sejahtera juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pemerintah, sektor swasta, komunitas, maupun perorangan yang memiliki visi sejalan dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
Sebagai organisasi non-profit, YBPS bergerak di berbagai bidang, di antaranya sosial, agama, pendidikan dan pelatihan, kesehatan, bantuan hukum, perlindungan konsumen, serta pemberdayaan UMKM.
Didirikan pada 3 Mei 2026, yayasan ini berkomitmen menciptakan masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan sejahtera melalui program-program berbasis literasi serta penguatan ekonomi mandiri.
Ke depan, YBPS diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan dan pemberdayaan keluarga besar wartawan agar lebih kuat secara ekonomi, kritis dalam literasi, dan mandiri dalam menghadapi tantangan zaman.
( Falah )
