Rodiah Hanya Bisa Meratapi Nasib Anaknya, Kades Sukadamai Berupaya Mencari Bantuan

Bogor.swaradesaku.com.Siti Rodiah, janda (35) ditinggal mati dengan 4 orang putranya tiap hari hanya bisa meratapi nasib anaknya setelah tersandung biaya operasi yang hingga kini belum dapat disediakannya.

“Jangankan untuk biaya operasi, untuk makan sehari-hari dengan 4 anak saja kadang ada kadang tidak, jikapun ada itu adalah hasil banting tulang kuli nyuci, itupun kalau ada yang mau ngasih kerjaan nyuci pakaian,” ungka Rodiah di kediamannya, Senin (18/11).

Pemegang BPJS bebas iuran tersebut menceritakan; “Iyan (14) sudah 11 tahun berbaring di tempat tidur sejak terjatuh dari sepeda di usia 4 tahun, kondisinya makin hari makin memprihatinkan, hingga pada puncaknya kini kaki Iyan bolong dan berbau, dokter menyatakan harus diamputasi.

Warga desa Sukadamai Rt 05/05 Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor tersebut hidup di rumah sangat sederhana bersama keempat putranya yang yatim karena suaminya yang juga ayah mereka meninggal dunia, yaitu Deden (16), Iyan (15), Irfan (10) dan Hafis Mubarok (8).

“Suami saya meninghal sejak Hafis, anak keempat kami masih dalam kandungan,” ungkap Rodiah mengenang suami tercintanya.

Di tempat berbeda, Kades Sukadamai, H Pepen Supendi menyatakan sangat prihatin dengan adanya warga yang dalam kesusahan dan membutuhkan pertolongan seperti keluarga Rodiah yang kurang mampu sesangkan anaknya membutuhkan biaya untuk operasi.

“Kami sudah berupaya bersama kader dinas sosial dengan memberinya BPJS gratis sekeluarga Siti Rodiah. Sedangkan upaya untuk mencari donatur biaya operasi, kami masih mencari dan memohon bantuan dari dermawan dan hartawan yang memiliki rizqi lebih untuk bersama membantu anak Rodiah agar dapat kembali beraktivitas,” ungkap H Pepen kepada wartawan, Senin (16/11).

(sarta/did)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *