• Kam. Feb 12th, 2026

Gebrakan Tebu Cirebon Tahun 2026, 1.200 Hektar Bongkar Ratum, Target Swasembada Gula Dikebut

Cirebon.swaradesaku.com. Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan langkah besar dalam sektor pertanian tebu. Pada tahun 2026, program bongkar ratum akan diperluas hingga mencapai 1.200 hektar lahan, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas dan mendukung swasembada gula nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang digelar di kawasan Pabrik Gula (PG) Tersana Baru, Kamis (12/2/2026).

Deni berharap Muscab APTRI ini mampu menjadi momentum strategis dalam memperkuat hubungan antara petani tebu dan pabrik gula. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga wadah penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

> “Muscab ini sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani tebu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran APTRI selama ini dalam mendorong kemajuan sektor pertanian tebu di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, keberadaan organisasi petani sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara petani dan industri gula.

Deni memaparkan, pada tahun 2025 luas lahan tebu di Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 400 hektare. Dari jumlah tersebut, program bongkar ratum telah dilaksanakan di lahan seluas 100 hektare sebagai tahap awal peningkatan kualitas tanaman.
“Untuk tahun 2026 ini, program bongkar ratum akan dilanjutkan dengan penanganan 1.200 hektare,” ungkapnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung swasembada gula nasional.
“Kami berkomitmen untuk memenuhi kuota swasembada gula nasional, tidak hanya untuk Jawa Barat, tetapi juga untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainnya di luar Jawa,” tegas Deni.

Menurutnya, sinergi antara petani, organisasi, dan pabrik gula harus terus diperkuat agar target produksi dapat tercapai secara berkelanjutan.
Ia berharap Muscab APTRI ini mampu mempererat hubungan antara petani dan pabrik gula, sehingga tercipta pola kerja sama yang lebih produktif, transparan, dan saling menguntungkan.

“APTRI diharapkan terus berperan sebagai lembaga yang membina petani, mensejajarkan kepentingan mereka, serta menjadi penghubung yang efektif dengan pabrik gula. Mari bersama-sama membangun masa depan pertanian tebu yang lebih baik di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

( Ade Falah )