Cirebon.swaradesaku.com. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menggelar audiensi bersama Lapas Narkotika Kelas IIA Gintung, Cirebon, sebagai langkah strategis membangun kolaborasi dan sinergitas antara insan pers dengan lembaga pemasyarakatan. Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana santai melalui forum Coffee Morning yang berlangsung di aula terbuka, Jumat (30/01/2026).

Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan komunikasi antara organisasi profesi wartawan dengan institusi negara, khususnya dalam mendukung keterbukaan informasi publik yang akurat, berimbang, dan profesional.
Ketua PWI Kota Cirebon yang diwakili oleh Sekretaris PWI, Arief Yolando, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari komitmen PWI untuk membangun komunikasi yang sehat dan berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk Lapas Narkotika Kelas IIA Gintung.
“Sebagai organisasi profesi wartawan, PWI Kota Cirebon memandang penting terbangunnya komunikasi yang baik antara insan pers dengan pihak Lapas Narkotika. Sinergi ini dibutuhkan agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat tersaji secara profesional, edukatif, dan berimbang,” ujar Arief.
Menurutnya, keberadaan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait program kerja, capaian kinerja, serta upaya pembinaan yang dilakukan lembaga pemasyarakatan.
Arief menegaskan, melalui sinergitas ini, seluruh program dan kegiatan Lapas Narkotika Gintung diharapkan dapat terpublikasi dengan baik, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Gintung yang diwakili oleh Ade Rusman, selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), menyambut positif audiensi yang digagas oleh PWI Kota Cirebon tersebut.
Rusman mengapresiasi inisiatif PWI dan menilai bahwa kolaborasi dengan organisasi profesi wartawan merupakan langkah tepat dalam membangun citra positif lembaga pemasyarakatan.
“Kami sangat mendukung audiensi ini. Sinergi dengan insan media, khususnya yang berada di bawah naungan PWI, sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik dan transparan kepada masyarakat,” ungkap Rusman.
Ia menambahkan, banyak hal yang dapat dikolaborasikan antara Lapas Narkotika dengan PWI, terutama dalam hal publikasi kegiatan pembinaan warga binaan, program-program pemasyarakatan, hingga penyampaian kebijakan dan program dari pemerintah pusat.
“Kami sepakat menjalin komunikasi yang intens dan konstruktif dengan awak media PWI. Kita mengetahui bersama bahwa PWI merupakan organisasi profesi wartawan terbesar dan memiliki peran strategis di Indonesia. Ke depan, rencana kolaborasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Rusman juga menyampaikan rencana kegiatan lanjutan guna mempererat hubungan silaturahmi dengan para wartawan PWI Kota Cirebon.
“Dalam waktu dekat kami berencana menggelar Coffee Morning bersama wartawan PWI sebagai ajang silaturahmi. Selain itu, pada bulan Ramadhan nanti juga direncanakan kegiatan buka puasa bersama,” pungkasnya.
( Ade Falah )
