• Sel. Jan 13th, 2026

Pesona Tajurhalang Tampilkan Car Free Night Dan Wajah Baru Wisata Budaya D Malam Tahun Baru 2025–2026

Bogor.swaradesaku.com. Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menatap pergantian Tahun Baru 2025–2026 dengan optimisme baru. Melalui penyelenggaraan Car Free Night (CFN) di Jalan Raya Bomang, Pemerintah Kecamatan menghadirkan ruang perayaan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan penguatan identitas wilayah, pemberdayaan ekonomi lokal, serta promosi potensi wisata dan budaya.(31/12/25).

CFN akan dilaksanakan pada malam pergantian tahun dengan pemberlakuan penutupan jalur kanan Jalan Raya Bomang untuk aktivitas masyarakat. Sementara itu, jalur kiri tetap difungsikan bagi kendaraan, sehingga mobilitas warga tetap terjaga dan arus lalu lintas berjalan lancar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan ruang publik agar masyarakat dapat merayakan malam tahun baru secara aman, nyaman, dan tertib, tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas utama.

Momentum Identitas dan Kebersamaan Warga

Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa Car Free Night merupakan momentum penting untuk membangun rasa kebersamaan sekaligus memperkuat identitas Tajurhalang sebagai wilayah yang memiliki potensi besar di Kabupaten Bogor.

“Car Free Night ini kami rancang bukan sekadar hiburan. Ini adalah ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan tahun baru di wilayahnya sendiri, dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” ujar Ivan.

Menurutnya, selama ini perayaan malam tahun baru kerap terpusat di wilayah perkotaan. Melalui CFN, Tajurhalang ingin menghadirkan alternatif perayaan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap wilayah sendiri.

Koordinasi Lintas Instansi dan Pengamanan
Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif, Pemerintah Kecamatan Tajurhalang melakukan koordinasi lintas instansi dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Koramil, aparat keamanan, serta unsur masyarakat.

Pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, hingga pengawasan aktivitas masyarakat menjadi perhatian utama panitia. Pemerintah Kecamatan juga melakukan sosialisasi kepada warga terkait pengaturan jalan dan ketentuan selama kegiatan berlangsung.

UMKM Jadi Penggerak Utama Ekonomi Lokal

Salah satu fokus utama CFN Tajurhalang adalah pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai UMKM lokal akan diberi ruang untuk memasarkan produk mereka, mulai dari kuliner tradisional, makanan dan minuman olahan, hingga produk kreatif khas Tajurhalang.

Kami ingin kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal dan harus menjadi bagian utama dari setiap kegiatan publik,” kata Ivan.

UMKM di Tajurhalang sendiri tersebar di berbagai sektor, seperti makanan dan minuman (antara lain produk olahan susu, kue, dan camilan), peternakan, serta jasa. Selama ini, Pemerintah Kecamatan aktif mendorong pengembangan UMKM melalui kegiatan Car Free Day (CFD) Bomang, pelatihan pemasaran digital, serta pendampingan usaha.

Melalui CFN, diharapkan omzet pelaku UMKM meningkat sekaligus memperluas jaringan pemasaran mereka kepada masyarakat luas.

Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan, Pemerintah Kecamatan Tajurhalang menegaskan larangan penggunaan petasan dan kembang api selama perayaan malam tahun baru. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah gangguan keamanan, kebisingan, serta potensi kecelakaan.

Kepatuhan terhadap aturan ini sangat penting. Kami ingin malam tahun baru dirayakan dengan tertib dan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Ivan.

Tajurhalang, Potensi Wisata Alam dan Budaya

Selain perayaan malam tahun baru, Tajurhalang memiliki beragam potensi wisata yang terus dikembangkan. Diga Park menjadi salah satu destinasi favorit warga sebagai ruang terbuka hijau yang dikelilingi pepohonan rindang dan aneka tanaman buah, cocok untuk aktivitas keluarga dan rekreasi.

Di sisi lain, Vihara Buddha Dharma & 8 Po Sat menawarkan wisata spiritual dengan suasana tenang dan taman asri. Keberadaan patung Buddha tidur menjadikan vihara ini sebagai salah satu ikon spiritual yang dikenal masyarakat luas.

Destinasi lainnya seperti Setu Tonjong kerap dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi dan fotografi, sementara Rumah Empang, Empang Si Dul, dan Empang Wa Emul menjadi pilihan warga untuk memancing, bersantai, dan menikmati alam.

Letak Tajurhalang yang strategis juga memungkinkan pengunjung untuk melanjutkan perjalanan ke pusat Kota Bogor, mengunjungi Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, dan Katedral Bogor, yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Menuju Ikon Baru Kabupaten Bogor

Pemerintah Kecamatan Tajurhalang berharap Car Free Night dapat menjadi agenda berkelanjutan dan bagian dari kalender kegiatan tahunan. Melalui kegiatan ini, Tajurhalang ingin meneguhkan posisinya sebagai pusat kegiatan budaya, wisata, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Ini adalah awal perjalanan Tajurhalang menuju ikon baru Kabupaten Bogor. Kami ingin wilayah ini dikenal sebagai tempat yang ramah, kreatif, dan membanggakan,” pungkas Ivan.

Dengan kekayaan alam, keberagaman budaya, serta semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Tajurhalang terus melangkah untuk menjadi destinasi yang tidak hanya menarik dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warganya.

Penulis (AM)

Editor. Ade nur yogi

Redaksi