Ngaku Wartawan RCTI, Agen eWarung Usir Awak Media

Bogor – Swaradesaku.com
Mengaku sebagai Wartawan RCTI, Agen eWarung Desa Cinangka Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Wildan menghardik dan mengusir awak media dengan ‘arogan’ saat hendak dikonfirmasi terkait kualitas barang yang disediakannya dalam memenuhi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tengah disalurkan kepada keluarga penerima maanfaat (KPM), Rabu (14/7/21).

“Anda siapa, Wartawan gak punya UKW, mana UKW anda, saya tidak mau diwawancara, ini hak saya, saya ini Wartawan RCTI, ini rumah saya, saya bisa usir anda sekarang juga, silahkan Anda pergi dari rumah saya,” ucap Wildan ditemui di kediamannya di Komplex Pasir Oray Rt 02/09, seraya melarang awak media kami mengambil gambar rumahnya yang juga sebagai domisili Agent eWarung tersebut.

Diketahui, BPNT merupakan program keluarga harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat yang digelontorkan langsung ke rekening KPM yang pencairannya hanya dapat dilakukan dengan cara berbelanja melalui eWarung yang telah ditentukan.

Temuan kami di lapangan, pencairan BPNT di Desa Cinangka kali ini sebanyak 3 paket untuk 3 bulan bahkan ada yang lebih karena sempat terkendala peralihan dari bank BNI ke Mandiri, dan terkait barang yang diterima berupa daging ayam, beras kacang ijo, buah-buahan dan ikan kembung basah, dirasa tidak sepadan untuk nilai 200 ribu rupiah.

paket BPNT yang diterima oleh KPM tersebut 1 paketnya berisi 1/2 kg daging ayam, 10 Kg beras, 1/4 kg kacang ijo, 4 buah pir, 1/2 kg ikan kembung, yang ditaksir oleh salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Ciampea nilainya kurang dari 200 ribu rupiah dan hanya sekitar 170 ribu rupiah.

Kades Cinangka, Abdurahman ditemui di kediamannya membantah Wildan sebagai Agen eWarung, “Saya hanya pernah mengeluarkan rekomendasi untuk pak Ukar sebagai Agen eWarung di Desa Cinangka, dan saya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk saudara Wildan, namun begitu kabarnya saudara Wildan sudah punya legalitas langsung dari pihak Bank Mandiri”.

Reporter : Supendi
Editor : Didi Sukardi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*