Pelaku Seni Mengeluh Hampir Dua Tahun Non Job

Bekasi.swaradesaku.com.Dampak dari virus Corona sangat terasa bagi Masyarakat, hingga tak ayal banyak dari mereka yang kehilangan mata pencahariannya, yang selama ini mereka geluti untuk keberlangsungan hidup bagi mereka.

Bagi Para pekerja seni baik dari seni topeng,tarian,odong-odong,
Biduan dan lain-lain,
masa pandemi ini merupakan sejarah terpanjang yang harus mereka lalui, kesulitan dan kesukaran mau tidak mau mereka harus hadapi.

Salah satu pelaku seni Risma atau dikenal dengan nama panggung nya Rosmia mengatakan, semenjak ada virus Corona Job Nyanyi di pesta pernikahan jadi terhenti sudah hampir dua tahun ini dirinya menganggur alias non Job.

“Kami para seniman bagaikan Mati Suri yang entah sampai kapan aktifitas Kami sebagai seniman bisa hidup kembali dan normal seperti dulu lagi,”ucap Risma, kepada swaradesaku.com (02/07/2021).

Lanjut Risma Sementara Kami punya kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti menafkahi, Orang Tua, Anak dan saudara. Kami adalah tulang punggung Keluarga dengan keadaan seperti ini membuat Kami tidak bisa berbuat apa-apa.sementara keahlian yang dipunyai hanya sebagai biduan sama seperti pekerja seni yang lainnya.

“Dirinya berharap kepada Pemerintah khusus nya Pemerintah Daerah agar diperhatikan atau dicari solusinya, mungkin seperti di berikan modal untuk usaha atau yang lainnya intinya diberdayakan demi untuk keberlangsungan hidup,” ucap Risma.

Dalam hal ini Ketua KKIB Arifin Elang turut angkat bicara,kurang lebih sekitar Tiga ribu (3000) pekerja seni di Kabupaten Bekasi mengalami hal yang sama, mereka hampir kehilangan mata pencaharian nya sebagai pekerja seni.

“Memang pandemi Covid-19 membuat sulit para pekerja seni untuk dapat berkarya dan berekpresi dengan hasil itu Mereka mendapatkan nafkah,” jelas Arifin.

Namun lanjut Arifin, mestinya ada jalan keluar bagi pekerja seni yang mengalami non job ini, seperti diberikan modal untuk mereka usaha atau diberikan pekerjaan, sebab Kita tidak tahu sampai kapan masalah pandemi ini akan berakhir.

” Prihatin ya hanya itu yang bisa Kami ucapkan kepada para Seniman,semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi bisa mendapatkan titik temu dalam permasalahan yang sedang di hadapi oleh para pekerja seni dan ini juga merupakan PR besar bagi Pemerintah Daerah untuk dapat mensiasati dan mencari jalan keluarnya,” harap Ketua KKIB Arifin Elang.

(Dodo).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*