Yayasan Pondok Pesantren Yatim Piatu Nurul Iman Desa Babakan,Ciseeng Perlu Mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah Kab Bogor

Bogor.swaradesaku.com.Ketua DPC Gerakan Rakyat Cinta Indonesia Kabupaten Bogor, Aswan Bayan didampingi wakil ketua Ahmad Juanda Asmawie, wakil bendahara Ir. Lisna Trisna Adzes, kepala bidang humas dan hubungan kelembagaan Amroji memenuhi undangan pengurus yayasan pondok pesantren yatim piatu Nurul Iman di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.(6/3/21)

Yayasan ini menyelenggarakan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman dengan jumlah murid aktif sebanyak 450 orang dan MTS. sebanyak 250 orang dengan tenaga pengajar berjumlah 14 orang.

Dalam pertemuan itu Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman ibu Towilatun, S.Ag menjelaskan bahwa selama pembangunan gedung sekolah berlangsung dan belum selesai muridnya belajar dirumah guru dan majelis taklim disekitar sekolah.

Hingga hari ini pembangunan gedung sekolah masih belum selesai juga. Kami sudah mengirim proposal kebeberapa donatur hanya belum ada tanggapan, katanya.

Yang menyedihkan kalau nanti pandemi Covid-19 berakhir dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kembali normal seperti biasa bagaimana dan dimana anak anak yang jumlahnya 450 orang ditambah MTS sekitar 200 orang itu akan belajar.

Ruang majelis taklim sangat terbatas, rumah guru guru tidak mungkin terus menerus dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Pertanyaan wakil ketua Gerakan Rakyat Cinta Indonesia Kabupaten Bogor, Ahmad Juanda Asmawie kepada ibu Kepala Sekolah apakah tidak ada bantuan dari pihak kementrian agama Kabupaten Bogor ? Sambil menarik napas Kepala Sekolah MI mengatakan bahwa ada dalam bentuk BOS (Bantuan Operasional Sekolah ) tapi itu,untuk bayar listrik, honor guru , buku dan lain lain ngga cukup. Bahkan sudah tiga bulan guru guru belum mendapat gaji, ungkapnya.

Kalau dari cerita kepala sekolah MTS. memang dilematis karena jumlah murid yang begitu banyak tidak dipungut biaya sekolah namun apapun masalahnya pendidikan harus berjalan.

650 murid yang sedang belajar di Yayasan tersebut harus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementrian Agama Kabupaten Bogor.

Panca Karsa Bogor cerdas adalah program yang dicanangkan oleh Bupati Bogor, Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementrian Agama Kabupaten Bogor segera mengambil langkah dengan mengkaji proposal dari Yayasan dalam rangka penyelesaian gedung yang sudah mangkrak dua tahun ini kemudian melakukan bimbingan kepada pengurus yayasan dan dewan guru soal gratis SPP agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal dan yang lebih penting adalah menyelamatkan anak anak bangsa yang sedang mengikuti pendidikan di Yayasan Nurul Iman, kata Ketua DPC Gerakan Rakyat Cinta Indonesia, Aswan Bayan.

( Red /Heru Aruan )

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*