LKS se-Jabar Banten Sinergikan Layanan ODGJ Bersama Phalamartha dan RSJMM

Bogor-swaradesaku.com
20 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) se-Provinsi Jawa Barat dan Banten yang saat ini telah menampung puluhan bahkan ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Penyandang Disabilitas Mental (PDM) , mengikuti pelatihan Peningkatan Kapasitas LKS sebagai mitra kerja dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Phalamartha Kementrian Sosial, yang didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Dinas Sosial Jawa Barat bersama RSJ.Dr.H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor, diselenggarakan Kamis hingga Sabtu, (19-21/11/2020) di Santika Hotel Jl.Sumatera No.52-54 Kota Bandung.

Harry Hikmat, sebagai Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI didampingi oleh Cup Santo sebagai Kepala BRSPDM Phalamartha, menyampaikan pemaparan terkait Kebijakan ATENSI (Asistensi Reshabilitasi Sosial) dilingkungan Ditjen Rehabsos, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Koordinasi Teknis Layanan dengan LKS Mitra Kerja, dilanjutkan dengan testimoni sharing pengalaman dari Kang Mirwan, sebagai mantan penderita ODGJ/PDM yang sudah pulih dan sekarang lebih aktif di Komunitas Peduli Skizophrenia Indonesia (KPSI) simpul Bandung Raya.

40 peserta perwakilan 20 LKS se-Jabar Banten terdiri dari LKS Aura welas asih Kab.Sukabumi, UILS Kab.Sukabumi, Silih asih Kab.Bogor, Darul Miftahubin Kab.Bogor, Fajar Berseri Kab.Bekasi, Jamrud biru Kota Bekasi, Waoneag Bandung, Bumi Kaheman Bandung, Pondok Nurani Cianjur, Rumah Pulih Jiwa Cianjur, Penuai Indonesia Cianjur, Graha Berdaya Kuningan, Rumah Solusi Himatera Pangandaran, Bani Syifa Serang, Hikmah Syahadah Kab.Tangerang, Nururrohman Serang, Dhira Sumantritoha Serang, Mentari Hati Kota Tasikmalaya, Berak bersama Bandung, Marsilia Foundation Tangerang Selatan bersama Dinsos Kab.Bogor, Dinsos Provinsi Jabar, bersama RSJMM Bogor.

Kegiatan yang digelar BRSPDM Phalamarta sebagai bentuk sinergi terhadap pelayanan kesehatan jiwa antara Phalamarta mewakili unsur Kemensos, RSJMM mewakili unsur Kemenkes, Dinkes Kab.Bogor dan Dinkes Prov. Jabar mewakili unsur Pemerintahan Daerah dan LKS mewakili unsur masyarakat.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD) Kemensos, Eva Rahmi Kasim, dalam paparannya disiarkan secara On Line dihadapan 40 peserta, membahas kebijakan Direktorat RSPD, yang respon secara aktif dengan beberapa pertanyaan dan tanggapan dari Iyep Yudiana RSJMM, Lukman LKS Graha berdaya, Marsilia LKS Marsilia foundation dan Nani LKS Silih Asih. Sementara Dadang Heryadi, sebagai Ketua LKS Mentari Hati Kota Tasikmalaya, bersesempatan tampil berbagi pengalamanya dalam mendampingi para ODGJ/PDM yang di tampung di tempatnya, dimana sekarang sudah mencapai 200 orang lebih, mendapat apresiasi secara baik oleh para peserta dari LKS lainnya.

Penandatanganan komitmen dibubuhkan di atas sehelai kain putih oleh kepala BRSPDM Phalamarta diikuti oleh Dinsos Provinsi Jabar, Dinsos Kab.Bogor, RSJMM bersama perwakilan dari ke-20 LKS lainnya, dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dengan harapan tercipnyanya sinergi pelayanan terhadap ODGJ/PDM yang lebih baik untuk masa-masa yang akan datang.

(DidiS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *