Warga Tidak Mampu ‘Penderita Autis; Tidak Tersentuh Pemerintah Daerah

Sukabumi.swaradesaku.com. Asep (8) tahun mendrita Penyakit Autis, warga kampung Cipetir RT/RW 01/01 Desa Priangan Jaya Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, yang tinggal sama neneknya selama ini belum tersentuh bantuan sosial dari pihak pemerintah daerah baik itu dari desa, kecamatan maupun kabupaten

Ibu Oneng (60) nenek dari Asep si penderita Auitis, saat ditemui di rumahnya, Oleh wartawan Swaradesaku.com Menjelaskan”bahwa cucu saya yang menderita autis ini blm menerima bantuan apapun dari pihak pemerintah saya bukannya gak mau mengobatin cucu saya tapi saya orang gak punya oleh karena itu saya berharap kepada pemerintah bisa membantu untuk kesembuhan cucu saya, jelas ibu Oneng dengan penuh harap.

Saat dipinta keterangan, ketua yayasan komunitas kritis Indonesia (YKKI) Sukabumi Menerangkan,”Bahwa betul ibu Oneng (60) warga kampung Cipetir RT 01 RW 01 tidak mampuh dan cucunya Asep (8) menderita penyakit autis ini sudah lama sekitar 8 tahun lalu, sudah di laporkan ke pihak desa dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) kecamatan Sukalarang, tapi sejauh ini belum ada tanggapan dan perhatian khusus dari pihak manapun, terangnya.

Masih kata ketua yayasan KKI Sukabumi berharap ada perhatian khusus dari pihak terkait dengan warga tersebut.
Ibu Oneng ini membutuhkan biaya perawatan untuk cucunya dan juga bantuan ekonomi, karena selama ini hanya mengandalkan putra angkat yang bekerja sebagai buruh serabutan, yang tidak seimbang dengan pendapatan nya.

Ketua ormas Laskar Siliwangi Indonesia Dellian Ilvansyah, angkat bicara, “bahwa kejadian ini sangat di sesalkan, terjadi di salah satu wilayah di kabupaten Sukabumi,
Dan semoga kejadian ini dapat di respon dengan positif oleh pemerintah daerah khususnya pemerintah desa Priangan jaya dan kecamatan Sukalarang ini salah satu contoh saja kejadian kejadian ketimpangan sosial terjadi di masyarakat tuturnya ketua ormas Laskar Siliwangi Indonesia DPC Sukabumi.

Reporter: Hilman sanjaya/Rusdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *