Cegah DBD, Pemdes Watesjaya Fogging ke Rumah Warga

Bogor.swaradesaku.com
Mengantisipasi dan mencegah perkembangan penyakit DBD disebabkan nyamuk Aedes Aegypti, Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor melakukan giat pengasapan atau fogging pada Sabtu, (04/04).

Kepala Desa Watesjaya Rudi Irawan mengatakan, adanya penyakit Demam Berdarah atau sering kali disebut dengan penyakit DBD, maka bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat sekitar, Pemerintah Desa Watesjaya merasa perlu memastikan agar warga sekitar tetap aman dan tidak terjangkit penularan DBD dengan cara melakukan penyemprotan (fogging).

Kegiatan Penyemprotan di wilayah Kampung Tambakan 02 RW 01 Desa Watesjaya dilakukan di pemukiman warga, tempat ibadah, kebun-kebun, selokan dimana biasa menjadi tempat nyamuk bersarang.

Terkait adanya warga yg terjangkit DBD Kades Rudi mengambil tindakan yang sangat cepat; “Untuk pencegahannya maka kita lakukan kegiatan Fogging untuk diwilayah Kampung Tambakan RT 02 RW 01 agar tidak terjadi banyaknya korban DBD lagi di wilayah kampung Tambakan khususnya Desa Watesjaya pada umumnya,” terang Rudi.

“Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi Pemerintah Desa terhadap penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD), mudah-mudahan dengan fogging yang kita lakukan ini masyarakat akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini,” tambah Rudi.

Sementara itu, pihak puskesmas Cigombong mengatakan kegiatan fogging dipastikan aman untuk manusia; “Kegiatan fogging dipastikan aman untuk manusia sebab gas untuk fogging nyamuk sudah diracik sedemikian rupa agar tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan, kandungan insektisida dalam gas tersebut sangat minim sehingga hanya mampu membunuh serangga sekecil nyamuk; “Pada intinya kami mengajak warga untuk hidup sehat dan terbebas dari penyakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Pihak Puskesmas menegaskan, bahwa pengasapan tersebut hanyalah bersifat sebagai pencegahan dan membantu program pemerintah dalam menanggulangi wabah DBD. Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara melakukan 3M yakni menguras, membersihkan dan mengubur barang bekas.

Ketua RT 02 RW 01, Entis Sutisna mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintahan desa dan puskesmas yang telah melakukan penyemprotan (fogging) di wilayahnya; “Kami sangat berterima kasih, semoga dengan penyemprotan ini anak dan keluarga kami tidak terserang virus DBD,” pungkasnya.

Reporter : Ade arfan
Editor : Didi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *