Kotim.swaradesaku.com. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp920 juta untuk pengadaan kendaraan roda dua jenis trail guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Pengadaan kendaraan ini dilakukan di tengah ancaman karhutla dan kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim berupaya meningkatkan sarana operasional untuk memantau titik panas (hotspot) serta menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan biasa.
Berdasarkan klarifikasi tertulis Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Imam Subekti, S.Pt., M.M., anggaran sebesar Rp920.000.000 tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Kotim Tahun Anggaran 2026.
Pengadaan mencakup kendaraan trail tipe KLX sebanyak 10 unit dan tipe SRF sebanyak 10 unit, sehingga total kendaraan yang direncanakan mencapai 20 unit.
Didistribusikan ke Posko Kecamatan
Dalam keterangannya, Imam Subekti menyampaikan bahwa kendaraan tersebut diperuntukkan bagi sejumlah posko kecamatan untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan titik panas, serta operasional pemadaman karhutla di darat.
Adapun kecamatan yang masing-masing mendapatkan satu unit kendaraan trail meliputi Baamang, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Kota Besi, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Telawang, Seranau, Parenggean, Telaga Antang, Tualan Hulu, Antang Kalang, Cempaga Hulu, Bukit Santuai, Cempaga, dan Mentaya Hulu.
Sementara itu, Kecamatan Pulau Hanaut mendapatkan alokasi tiga unit kendaraan, sedangkan satu unit lainnya diperuntukkan bagi BPBD Kabupaten Kotim.
Kendaraan trail tersebut dinilai diperlukan untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan roda empat, sekaligus menunjang mobilitas petugas saat melakukan patroli dan pemadaman. Selain itu, kendaraan akan digunakan untuk membawa peralatan operasional, seperti mesin pemadam dan selang, menuju lokasi yang membutuhkan penanganan.
Anggaran Rp920 Juta Perlu Diikuti Transparansi dan Evaluasi
Meski pengadaan kendaraan trail ditujukan untuk mendukung penanganan karhutla, penggunaan anggaran daerah sebesar Rp920 juta tetap perlu disertai transparansi dan akuntabilitas.
Publik patut mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses pengadaan, spesifikasi kendaraan, harga satuan, mekanisme pemilihan penyedia, serta kesesuaian harga dengan ketentuan yang berlaku.
Terlebih, anggaran tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT), yang penggunaannya harus sesuai dengan peruntukan dan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Efektivitas pengadaan juga perlu dievaluasi setelah kendaraan didistribusikan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh unit benar-benar digunakan sesuai kebutuhan operasional, terutama dalam upaya mendeteksi titik panas dan mempercepat penanganan kebakaran di wilayah rawan karhutla.
Dengan demikian, pengadaan kendaraan trail tersebut tidak hanya berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Rincian pengadaan dalam pemberitaan ini mengacu pada keterangan tertulis Kepala Pelaksana BPBD Kotim. Informasi mengenai harga satuan, dokumen pengadaan, penyedia, dan realisasi distribusi kendaraan masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
(Supianur 88)
