Bogor.swaradesaku.com. Pemerintah Desa (Pemdes) Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting. Kegiatan tersebut membahas upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan peran kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Musdes tersebut dihadiri Kepala Desa Pasir Muncang Yudi Wahyudin, Ade Salman selaku pendamping desa tingkat Kecamatan, Bidan Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat dan para kader.
Kepala Desa Pasir Muncang, Yudi Wahyudin, menyampaikan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan seluruh unsur yang ada di Desa. Menurutnya, data konvergensi harus diketahui oleh para kader agar pelaksanaan program dapat lebih tepat sasaran.
“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama. Pemaparan data konvergensi perlu diketahui para kader, termasuk bagaimana meningkatkan gizi masyarakat. Nantinya hasil musyawarah ini akan menjadi bahan masukan dalam RKPD Desa,” ujar Yudi.
Ia berharap hasil Musdes benar-benar dapat dilaksanakan sesuai dengan program intervensi gizi spesifik dan sensitif. Dengan demikian, berbagai program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.
Yudi wahyudin juga berharap adanya pergantian petugas pendamping desa dapat membawa perubahan yang lebih baik. Menurutnya, para kader perlu diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala dan kebutuhan sehingga pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Ade Salman selaku pendamping desa tingkat Kecamatan Caringin mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader di tingkat desa. Selama kurang lebih empat bulan menjalankan tugas dan mendampingi 12 Desa di Kecamatan Caringin, pihaknya terus mendorong adanya peningkatan di berbagai sektor.
Tujuan utama pertemuan ini adalah bagaimana adanya perubahan di segala sektor, terutama peningkatan kapasitas kader Posyandu tingkat desa. Kami ingin memperkuat dan menambah pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh,” jelas Ade Salman.
Ia juga menambahkan, peningkatan kapasitas kader juga diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan terintegrasi, pencegahan stunting, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal, baik di tingkat dusun maupun desa.

Dalam kegiatan tersebut, hasil musyawarah dituangkan dalam berita acara dan langsung ditandatangani oleh Kepala Desa Pasir Muncang sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjalankan hasil Rembug Stunting sesuai dengan program yang telah disepakati.
(Usep)
