Bogor.swaradesaku.com. Pemerintah Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalan penghubung antara Desa Leuwisadeng dan Desa Sadeng Kolot.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Leuwisadeng, Abdul Mukhlis, mengatakan pembangunan jalan tersebut disesuaikan dengan kondisi medan di lapangan. Pekerjaan mencakup pembangunan dengan volume sekitar 590 meter dan ketinggian yang menyesuaikan kontur wilayah.
Selain itu, terdapat pekerjaan pengaspalan dengan panjang sekitar 590–600 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan sekitar 3 sentimeter.

“Kalau untuk tinggi, kita mengikuti medan di lapangan. Kemudian untuk pengaspalan volumenya sekitar 590 meter kali 2,5 meter dengan ketebalan 3 sentimeter,” ujar Abdul Mukhlis saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki fungsi strategis karena tidak hanya digunakan warga sekitar, tetapi juga menjadi akses penghubung antarwilayah Desa Leuwisadeng menuju Desa Sadeng Kolot.
“Ini jalan penghubung. Di depan ada wilayah satu RW, kemudian lintas Desa Leuwisadeng dan penghubung dengan Desa Sadeng Kolot. Jadi memang jalan ini menghubungkan dua desa,” jelasnya.
Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Dalam pelaksanaan pembangunan, TPK Desa Leuwisadeng juga melibatkan masyarakat setempat. Abdul Mukhlis menegaskan seluruh pekerja yang terlibat merupakan warga lokal.
“Pekerjanya asli orang sini semua. Kita tidak menggunakan orang luar. Murni masyarakat sini yang mengerjakan,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan tenaga lokal selain memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat juga menjadi bentuk partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Ia menambahkan, para pekerja yang dilibatkan memiliki pengalaman dalam pekerjaan pembangunan jalan sehingga diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Diharapkan Lancarkan Aktivitas Warga
Abdul Mukhlis mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu prioritas karena jalur tersebut cukup aktif digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, termasuk mobilitas menuju wilayah desa lainnya.
Ia menjelaskan, sebagian ruas jalan sebelumnya pernah dibangun. Namun, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan.
“Kalau jalan lingkungan di depan sudah pernah dikerjakan. Kalau yang ini sebelumnya juga pernah, tetapi sekarang sudah rusak lagi. Makanya kita jadikan prioritas,” ungkapnya.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperlancar transportasi sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapannya ekonomi masyarakat di sini semakin meningkat, terutama dari sisi transportasi. Yang tadinya kondisi jalannya kurang baik, mudah-mudahan setelah selesai menjadi lebih bagus dan masyarakat lebih nyaman melintas,” tuturnya.
Masyarakat Diminta Ikut Merawat
Selain pembangunan fisik, TPK juga mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat jalan setelah pekerjaan selesai. Menurut Abdul Mukhlis, keberlangsungan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kepedulian masyarakat sebagai pengguna.
“Kita sudah menyampaikan kepada pengurus dan masyarakat, setelah pembangunan selesai tinggal dijaga dan dirawat. Karena ini untuk kepentingan umum, jadi mari sama-sama dijaga supaya bisa digunakan lebih lama,” katanya.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan, salah satunya melalui keterlibatan warga sebagai tenaga kerja.
“Antusias masyarakat alhamdulillah sangat baik. Contoh kecilnya, dalam pekerjaan ini kita tidak menggunakan orang luar. Jadi masyarakat memang ikut terlibat,” ujar Abdul Mukhlis.
Abdul Mukhlis berharap pembangunan infrastruktur di Desa Leuwisadeng dapat terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami ke depan, pembangunan seperti ini bisa terus dikembangkan dan dipertahankan karena sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.
(Suhendar)
