• Rab. Jul 22nd, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Rencana investasi dan pembangunan pabrik sepatu PT Cingluh di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dinilai menjadi peluang besar bagi peningkatan ekonomi daerah sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, di tengah harapan tersebut, muncul sejumlah pihak yang diduga memanfaatkan situasi dengan mengatasnamakan warga Gebang untuk kepentingan tertentu.

Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat Cirebon Timur yang merupakan putra asli Gebang, H. Dade Mustofa Efendi, menyatakan sikap tegas untuk menjaga kondusivitas wilayah dan mengawal masuknya investasi yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, kehadiran industri padat karya seperti PT Cingluh merupakan harapan bagi ribuan pencari kerja, khususnya di wilayah Gebang dan Cirebon Timur. Karena itu, segala bentuk provokasi maupun manuver yang berpotensi menghambat investasi tidak boleh dibiarkan.

“Kami secara tegas menolak siapa pun yang mengatasnamakan masyarakat Gebang untuk menciptakan kegaduhan. Kalau ada pihak yang mengklaim mewakili warga, seharusnya terlebih dahulu berdialog dan duduk bersama dengan kami,” tegas H. Dade, Rabu ( 22/7/26 )

Ia menambahkan, masyarakat Gebang saat ini sangat membutuhkan lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu, jangan sampai ada pihak-pihak yang justru mengganggu kebutuhan dasar masyarakat demi kepentingan tertentu.

“Kami sangat membutuhkan pekerjaan di masa sulit seperti sekarang. Jadi jangan ganggu kebutuhan hidup warga kami. Kepada pihak luar yang bukan warga maupun putra asli Gebang, hormatilah masyarakat kami. Kami masih mampu berkomunikasi dengan perusahaan yang ingin berinvestasi di wilayah kami. Kalau terus direcoki dan diganggu, kami tentu tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

H. Dade menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan PT Cingluh sebagai langkah konkret dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, ia juga mendorong agar perusahaan bersama pemerintah daerah memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya warga Gebang dan Cirebon Timur, secara adil, transparan, serta bebas dari praktik pungutan liar maupun permainan oknum.

Sebagai Ketua Pengawas Forum Wong Gebang Bangkit (FWGB), H. Dade mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan iklim investasi yang sehat agar pembangunan dapat segera terealisasi dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Di akhir keterangannya, H. Dade mempertanyakan pihak-pihak dari luar Gebang yang mengklaim mewakili masyarakat lokal dengan mengangkat isu sosial, kelayakan, hingga perizinan proyek.

“Sejak awal proses komunikasi publik dan penyusunan AMDAL, masyarakat lokal sudah dilibatkan. Lalu tiba-tiba muncul pihak yang mengatakan warga tidak dilibatkan, padahal mereka sendiri bukan warga Gebang tetapi justru mengatasnamakan masyarakat Gebang. Pertanyaannya, sebenarnya apa yang mereka inginkan?” pungkasnya.

( Falah )