Cirebon.swaradesaku.com. Dewan Pimpinan Pusat Bikers Journalist Indonesia (DPP BJI) Cirebon mulai tancap gas membangun sinergi strategis dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon. Hal ini ditandai melalui audiensi yang digelar pada Rabu (6/5/2026).
Kolaborasi ini digadang-gadang menjadi langkah awal dalam mendorong kebangkitan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah, dengan konsep touring sebagai media promosi kreatif yang dinilai lebih dekat dengan masyarakat.
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Juju Juhariah, menegaskan komitmen dukungan terhadap program BJI.
“Kami siap mendukung berbagai program BJI ke depan, khususnya yang berdampak pada peningkatan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Cirebon,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BJI, Arief Yolando, mengapresiasi keterbukaan Disbudpar dan berharap sinergi ini tidak berhenti pada tataran wacana.
“Kami berharap kolaborasi ini benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret, bukan sekadar seremonial. Pariwisata butuh aksi nyata, bukan hanya pertemuan dan rencana,” ujarnya tegas.
Arief juga menambahkan, kerja sama ini menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme dan solidaritas antar jurnalis, sekaligus memperbesar kontribusi BJI dalam pembangunan daerah.
Namun demikian, publik tentu menaruh harapan sekaligus catatan kritis. Selama ini, berbagai program kolaborasi serupa kerap berakhir tanpa dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata maupun penguatan ekonomi masyarakat.
Konsep touring sebagai media promosi memang menarik, namun tanpa perencanaan matang, target yang terukur, serta evaluasi berkelanjutan, program ini berpotensi hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa hasil konkret.
Di sinilah tantangan sesungguhnya bagi BJI dan Disbudpar, membuktikan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah nyata yang mampu mengangkat potensi wisata dan kekayaan budaya Cirebon ke level yang lebih tinggi.
Semoga dengan sinergi ini bukan berhenti di seremoni namun benar-benar “tancap gas” sehingga dalam rutinitas program dengan harapan arah yang jelas dan dampak yang bisa dirasakan.
( Falah )
