• Jum. Apr 17th, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Upaya pemekaran wilayah melalui pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Cirebon Timur (Cirtim) terus menunjukkan progres yang semakin menguat. Hal tersebut mengemuka dalam rapat persiapan agenda halal bihalal sekaligus konsolidasi yang digelar Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM), Sabtu (11/4/2026).

Ketua FCTM, KH Taufikurahman Yasin, menegaskan bahwa momentum halal bihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga forum strategis dalam memperkuat langkah perjuangan pemekaran Cirebon Timur.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat, tokoh, serta berbagai instansi di wilayah Cirebon Timur, sekaligus menyatukan visi dalam mendorong terbentuknya daerah otonom baru.

“Halal bihalal ini bukan hanya ajang temu warga, tetapi juga momentum untuk menyatukan visi dan langkah dalam memperjuangkan pemekaran Cirebon Timur,” ujarnya.

Di sisi lain, FCTM juga terus melakukan koordinasi secara terstruktur dengan sejumlah perusahaan guna meyakinkan para investor bahwa wilayah Cirebon Timur berada dalam kondisi kondusif dan memiliki potensi besar untuk pengembangan investasi.

“FCTM hadir untuk membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi investor yang ingin berinvestasi di Cirebon Timur,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada penguatan konsolidasi, FCTM juga tengah menyiapkan agenda strategis lainnya, yakni pembangunan tugu titik nol Cirebon Timur.
Lokasi pembangunan telah melalui kajian dan disepakati berada di Desa Karangmalang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon.

KH Taufikurahman menambahkan, pada momentum halal bihalal mendatang, pihaknya akan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pemekaran, sekaligus terlibat dalam pembangunan tugu titik nol sebagai simbol dimulainya langkah konkret menuju terbentuknya daerah otonom baru.

“Pengurus dan panitia halal bihalal sudah terbentuk dan melibatkan berbagai kalangan. Ini menunjukkan FCTM solid dalam memperjuangkan pemekaran Cirebon Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal, Ahmad Hudhori, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia menyebutkan, lokasi pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi, dengan salah satu opsi bertempat di GOR Mbah Muqoyim, Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

“Terkait waktu dan tempat akan segera kami pastikan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, melibatkan kiai, ulama, anggota dewan, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.

Hudhori juga menambahkan, dukungan dari pemerintah desa di wilayah Cirebon terus menguat. Para kuwu dinilai sangat antusias dan aktif mengikuti perkembangan perjuangan pemekaran melalui forum kuwu.

“Rekan-rekan kuwu sangat responsif dan terus mempertanyakan progres FCTM. Ini menjadi dorongan semangat bagi kami,” ungkapnya.

Jika konsolidasi terus terjaga dan dukungan masyarakat semakin meluas, bukan tidak mungkin Cirebon Timur dapat segera mewujudkan statusnya sebagai daerah otonom baru yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

( Ade Falah )