• Jum. Feb 13th, 2026

Debit Sungai Menggila, Wabup Wurja Instruksikan Aksi Cepat Bangun Tanggul Darurat Selamatkan warga Brebes

Brebes.swaradesaku.com. Di tengah kepungan banjir yang merendam sejumlah wilayah, Wakil Bupati Brebes Wurja, SE turun langsung memastikan keselamatan warga sekaligus menginstruksikan percepatan pembangunan tanggul darurat. Wurja bergerak dari Kecamatan Losari, Wanasari hingga Jatibarang, menyerahkan bantuan serta memastikan langkah penanganan cepat di titik-titik rawan, Kamis (12/2/2026).

Wakil Bupati Brebes didampingi Plh Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, serta Kepala DPSDAPR meninjau langsung banjir di empat desa Kecamatan Losari, yakni Desa Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor.

Di lokasi banjir, Wurja menyerahkan bantuan berupa nasi bungkus dan mi instan kepada warga terdampak. Selain itu, Pemkab Brebes juga menyalurkan karung untuk mendukung pembangunan tanggul darurat sebagai langkah antisipasi luapan air susulan.

Usai dari Losari, rombongan bergerak ke Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, untuk meninjau kondisi tanggul Sungai Pemali yang kritis. Tanggul yang sebelumnya masih menyisakan jarak sekitar dua meter dari permukiman warga, kini tergerus arus deras dan hanya tersisa sekitar setengah meter.
“Tadi kita sudah koordinasi dengan instansi terkait agar secepatnya membuat tanggul darurat. Hal ini disebabkan kondisi tanggul yang sangat kritis,” ucap Wurja.

Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Pemali mempercepat abrasi tanggul dan memperbesar ancaman banjir bagi warga.
“Kalau dulu masih menyisakan dua meter, sekarang hanya setengah meter dari permukiman. Ini jelas membahayakan,” tegasnya.

Wurja pun menginstruksikan instansi terkait untuk segera membangun tanggul darurat menggunakan kayu dolken dan karung berisi pasir. Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekretaris DPU Brebes, Ismawan Nur Laksono, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi untuk pengiriman material.
“Kami sudah koordinasi untuk mengirim tiga dump truk pasir atau tanah guna pembangunan tanggul darurat,” ujarnya.

Setelah dari Wanasari, rombongan melanjutkan peninjauan ke Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Banjir di wilayah tersebut terjadi akibat hujan deras pada Rabu (11/2/2026) malam, yang menyebabkan Kali Gondang meluap dan merendam ratusan rumah warga setinggi 50 hingga 100 sentimeter.

Air masuk ke rumah warga sejak Kamis dini hari secara tiba-tiba, membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan barang-barang berharga.
“Air masuk begitu cepat, kami hanya sempat memindahkan barang penting,” ujar Suti (67), salah satu warga terdampak.
Meski air mulai berangsur surut, pemerintah meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Wakil Bupati Wurja bersama jajaran terkait turun langsung memastikan kondisi warga.
“Kami memastikan kondisi warga aman dan melakukan langkah cepat untuk penanganan. Alhamdulillah, air sudah mulai surut, tapi masyarakat tetap kami imbau siaga,” ucapnya.

Camat Jatibarang, Rade Andriana Younansyah, mengakui banjir di Dukuh Bayur merupakan persoalan berulang setiap musim hujan akibat luapan Kali Gondang.
“Setiap hujan deras, air sungai meluap ke permukiman. Kami bersama pemerintah desa dan relawan akan berupaya melakukan langkah pencegahan agar tidak terulang,” jelasnya.

Petugas dan relawan hingga kini terus memantau kondisi sungai serta bersiaga menghadapi kemungkinan peningkatan debit air.

( Ade Falah )