Bogor.swaradesaku.com. Para orang tua siswa kelas 4E SDN Pajeleran 01, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, merasa keberatan dengan perilaku Wali Kelas 4E, Sujana S.pd, yang melakukan diskriminasi terhadap putra-putrinya, karena
memberikan nilai bagus kepada para siswa-siswi yang mengikuti les, sementara bagi yang tidak ikut les mendapatkan nilai jelek, bahkan ada yang nilainya NOL.
Selain masalah nilai, ada beberapa perilaku yang tidak pantas, seperti melakukan perlombaan uang kas antara murid lelaki dan Perempuan. Siapa yang uang kasnya lebih banyak, maka bisa pulang duluan. Hal ini menyebabkan ada murid yang sampai mencuri uang orang tua untuk membayar uang kas agar bisa menang dan pulang duluan.
Bukankan Guru itu seharusnya digugu dan ditiru? Artinya, guru harus menjadi teladan yang perkataannya dipercaya (digugu) dan perbuatannya patut ditiru oleh murid-muridnya, mencakup ilmu, akhlak, dan karakter, ucap salah satu orang tua murid.
Ungkapan ini menekankan peran guru sebagai pembentuk karakter, bukan hanya pemberi ilmu, dengan integritas dan perilaku yang luhur agar siswa berkembang secara akademik dan moral.
Akan tetapi, dengan adanya situasi yang dialami Putera-puteri kami, kami menolak diam dan bergerak untuk “Menyelamatkan Pendidikan Indonesia dari Guru Perusak! Karena hal ini tidak hanya terjadi kali ini, melainkan berulang kali saat sang guru menjadi Wali Kelas di kelas lain, demikian ucapnya.
Disisi lain Idah Nursidah Kepala Sekolah SDN Pajeleran 01 Kec Cibinong ketika di hubungi lewat pesan WhatsApp menyampaikan,
Betul pak..dan gurunya sudah dinonaktifkan, jawab Kepala Sekolah.
(Tim/Red)
