Bogor.swaradesaku.com. Universitas Nusa Bangsa (UNB) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Wisuda ke-34 yang berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Bangsa, Bogor, Sabtu (17/10/2026). Sebanyak 120 lulusan dari jenjang Magister Ekonomi Pembangunan (S2) dan Sarjana (S1) resmi menyelesaikan pendidikan akademiknya, sekaligus memasuki fase baru untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan kompetensi di tengah dinamika masyarakat.

Dari keseluruhan lulusan, lima orang berasal dari Program Magister Ekonomi Pembangunan dan 115 orang dari berbagai program studi Sarjana. Capaian tersebut tidak semata-mata menjadi penanda keberhasilan individu dalam menempuh pendidikan, tetapi juga merefleksikan peran perguruan tinggi dalam membentuk insan terdidik yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan, perubahan sosial, serta tantangan dunia profesional yang semakin kompleks.
Prosesi wisuda dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, keluarga wisudawan dan wisudawati, serta perwakilan sejumlah instansi pemerintah dan mitra strategis. Hadir pula unsur Kementerian Koperasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan kepolisian, yang mencerminkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Nusa Bangsa, Prof. Dr. Budi Mulyanto, M.Sc., menekankan bahwa wisuda tidak sepatutnya dimaknai sebatas seremoni penyerahan gelar akademik. Lebih dari itu, kelulusan merupakan titik transisi yang menuntut tanggung jawab intelektual, kematangan karakter, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Gelar akademik, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas diri secara berkelanjutan. Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi gagasan, inovasi, dan solusi yang relevan dengan persoalan riil di lingkungan sosial maupun dunia kerja.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua Yayasan PKPM, Dr. Dodi Imron Kholid, M.Sc., menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, momentum ini merupakan awal dari perjalanan panjang untuk mengembangkan profesionalisme, memperluas wawasan, dan membuktikan kompetensi melalui karya serta pengabdian.
Rektor Universitas Nusa Bangsa juga menyampaikan harapan agar orasi ilmiah dalam rangkaian wisuda mampu memperkaya perspektif para lulusan, terutama terkait posisi strategis generasi muda dalam pengembangan koperasi dan penguatan fondasi perekonomian nasional.
Dalam orasi ilmiahnya, Sekretaris Menteri Koperasi, Ahmad Zabadi, S.H., M.M., yang hadir mewakili Menteri Koperasi, memaparkan bahwa koperasi memiliki relevansi strategis dalam membangun perekonomian yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Peran koperasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga mencakup penciptaan lapangan kerja, pemerataan distribusi pendapatan, pemberdayaan masyarakat, penguatan kohesi sosial, serta peningkatan ketahanan ekonomi dalam menghadapi berbagai gejolak.
Ia turut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi milenial dan Generasi Z dalam proses transformasi koperasi. Melalui penguasaan teknologi, kreativitas, literasi keuangan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, generasi muda dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat tata kelola dan daya saing koperasi. Dengan demikian, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya siap memasuki pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
Dari perspektif tata kelola kelembagaan, Universitas Nusa Bangsa juga memperoleh pengakuan atas kepatuhannya terhadap ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV melalui Ketua Tim Kerja Data, Informasi, dan Pembiayaan Pendidikan. Kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan tata kelola menjadi unsur penting dalam menjaga mutu dan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dalam perkembangannya, UNB pada 2026 telah mencapai akreditasi Baik Sekali. Universitas ini juga memperoleh kepercayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebagai penyelenggara program beasiswa bagi 30 mahasiswa baru yang mengikuti pendidikan khusus mengenai kelapa sawit. Selain itu, pembukaan program studi Sarjana (S1) Sains Data pada tahun yang sama menjadi bagian dari upaya pengembangan akademik yang merespons kebutuhan kompetensi di era transformasi digital dan pemanfaatan data.
Ketua Panitia Wisuda, Dr. Khamilah Siregar, berharap para lulusan dapat mengembangkan karier sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing serta menunjukkan profesionalisme dalam setiap tanggung jawab yang diemban. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, mengembangkan kapasitas diri, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai instrumen untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Wisuda ke-34 Universitas Nusa Bangsa pada akhirnya membawa pesan yang lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan menyelesaikan studi. Pendidikan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, menjunjung etika, dan beradaptasi dengan perubahan. Dalam konteks pembangunan nasional, kualitas lulusan tidak hanya diukur melalui gelar yang diperoleh, tetapi juga melalui kapasitas mereka dalam menghadirkan gagasan, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi yang terukur bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Universitas Nusa Bangsa berharap para alumninya dapat menjadi bagian dari kekuatan intelektual bangsa yang mendorong kemajuan daerah, memperkuat perekonomian, dan berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang inklusif serta berkelanjutan.
(Dede.R)
