Cirebon.swaradesaku.com. Rumah Sakit Losari resmi hadir di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kehadiran fasilitas kesehatan baru tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Losari dan wilayah sekitarnya.

Peresmian rumah sakit tersebut turut dihadiri dan diresmikan Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Selasa (8/9/2026).
Rumah sakit yang berstatus kelas C tersebut kini mulai beroperasi dengan menyiapkan sebanyak 109 tempat tidur. Sejumlah layanan medis juga telah tersedia sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat, khususnya di kawasan Losari dan daerah perbatasan Cirebon-Brebes.
Direktur Rumah Sakit Losari, dr. Eka, mengatakan kehadiran rumah sakit tersebut tidak hanya diharapkan menambah fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan saya, rumah sakit ini bisa membantu masyarakat sekitar, khususnya wilayah Losari dan sekitarnya. Dengan adanya rumah sakit ini, pasien yang sakit bisa mendapatkan pelayanan sehingga diharapkan lebih cepat sembuh,” ujar dr. Eka.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit di Losari sangat dibutuhkan mengingat selama ini masyarakat harus mengakses sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah lain.
Dr. Eka juga memiliki kedekatan dengan masyarakat Losari. Sebelum rumah sakit tersebut berdiri, dirinya pernah menjalankan praktik di wilayah tersebut dan menangani banyak pasien dari Losari dan sekitarnya.
“Dulu saya juga praktik di sini dan banyak pasien dari Losari. Jadi saya berharap rumah sakit ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
*Enam Layanan Medis Disiapkan*
Untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Losari saat ini telah menyediakan enam layanan medis, yakni dokter anak, dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter kandungan, poli umum, dan poli gigi.
Dengan kapasitas 109 tempat tidur, keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjadi alternatif bagi masyarakat Losari dan wilayah sekitarnya.
Posisinya yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes juga dinilai strategis karena dapat memberikan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat di kedua wilayah.
*Kerja Sama BPJS Masih Berproses*
Di tengah mulai beroperasinya Rumah Sakit Losari, kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi salah satu hal yang masih dinantikan masyarakat.
Dr. Eka menjelaskan, pengajuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih dalam proses dan harus melalui sejumlah tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk BPJS sedang kami proses. Memang tidak bisa langsung, ada aturan dan tahapan yang harus dilalui. Insyaallah arahnya ke BPJS dan mudah-mudahan tidak ada kendala,” jelasnya.
Menurutnya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan diharapkan dapat segera terealisasi. Hal tersebut penting mengingat sebagian besar masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang dekat sekaligus terjangkau.
“Kalau melihat pemetaan wilayah Losari, memang belum banyak rumah sakit.
Mudah-mudahan kerja sama dengan BPJS bisa lebih cepat terealisasi,” pungkasnya.
*Masyarakat Berharap Pelayanan Tak Hanya Sebatas Fasilitas*
Kehadiran rumah sakit baru tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, masyarakat berharap keberadaan fasilitas kesehatan tersebut tidak berhenti pada pembangunan gedung dan penyediaan tempat tidur, tetapi benar-benar diikuti dengan pelayanan yang berkualitas dan mudah dijangkau.
Tokoh masyarakat Losari, Haji Munadi, mengatakan hadirnya rumah sakit baru merupakan perkembangan positif bagi masyarakat, terutama karena Losari merupakan kawasan yang berada di jalur perbatasan dan membutuhkan fasilitas kesehatan yang mudah diakses.
“Yang paling penting rumah sakit ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai fasilitasnya sudah ada, tetapi masyarakat peserta BPJS masih harus pergi jauh karena kerja samanya belum tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang lengkap, mulai dari tenaga medis, fasilitas, kualitas pelayanan hingga kemudahan pembiayaan.
“Harapannya bukan hanya membangun gedung dan menyediakan tempat tidur, tetapi pelayanan, tenaga medis, fasilitas, dan akses pembiayaan kesehatan semuanya berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dengan mulai beroperasinya Rumah Sakit Losari, masyarakat kini memiliki tambahan pilihan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih dekat.
Peresmian yang dihadiri Bupati Cirebon Imron Rosyadi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat akses kesehatan di wilayah Losari. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga sekaligus mempercepat proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga keberadaan rumah sakit ini benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan Losari dan perbatasan Cirebon-Brebes.
( Falah )
