Cirebon.swaradesaku.com. Usai meresmikan kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cirebon langsung tancap gas melakukan konsolidasi internal bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Cirebon, Senin (7/9/2026).
Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal PSI Kabupaten Cirebon untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mempersiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Cirebon, H.M. Carkim, S.H., mengatakan kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Capt. H.M. Haryanto, S.E., M.M., M.Mar., masih tergolong baru.
Menurut Carkim, Haryanto menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon pada 23 Agustus 2026. Meski baru berjalan sekitar satu bulan, proses pembentukan struktur organisasi disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Capt. H. Haryanto, menerima SK tanggal 23 Agustus 2026. Kita berarti baru berjalan kurang lebih sebulan. Sudah insya Allah 80 persen itu sudah rekrutmen, mulai tingkat DPC. DPC juga sudah berjalan dengan sendirinya untuk membentuk DPRT di desa-desa,” ujar Carkim usai rapat konsolidasi.
Ia mengatakan masih terdapat sejumlah bagian dalam kepengurusan DPD yang perlu dilengkapi. Namun, pihaknya optimistis struktur organisasi yang dibutuhkan untuk menghadapi Pemilu 2029 dapat segera dituntaskan.
“Insya Allah kami sudah memenuhi target terkait persyaratan untuk ikut nanti Pemilu 2029,” katanya.
Carkim menjelaskan, strategi PSI Kabupaten Cirebon saat ini diarahkan pada penguatan organisasi dari tingkat bawah. Pembentukan struktur di tingkat kecamatan hingga desa menjadi salah satu prioritas utama.
“Strategi organisasi ini kan strategi bawah. Desa, kecamatan sudah berapa persen terbentuk. Kita sudah hampir 80 persen,” ungkapnya.
*Bidik Kader yang Sudah Dikenal Masyarakat*
Menurut Carkim, PSI tidak semata-mata mengejar jumlah kader. Partai juga berupaya menjaring figur yang telah memiliki hubungan kuat dengan masyarakat serta mempunyai rekam jejak dan potensi untuk menjadi penggerak organisasi.
“Semua dapil, orang-orang yang kita rekrut di PSI atas kepemimpinan Pak Capt Haryanto mempunyai potensi semua, insya Allah. Tetapi kita cari kader-kader yang sudah membaur dengan masyarakat, sudah dikenal oleh masyarakat, dan sudah diterima masyarakat,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah figur yang sebelumnya pernah aktif di partai politik lain, termasuk mantan calon legislatif.
Menurutnya, pengalaman, jaringan, dan basis sosial para figur tersebut dapat menjadi modal penting bagi PSI untuk membangun kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029.
“Kalau dalam istilah kolaborasi, saya juga secara pribadi dulu di partai lain, begitu juga Bung Sudarto di partai lain. Pak Ketua juga di partai lain. Jadi mudah-mudahan kolaborasi dari semua mantan caleg yang mungkin notabene bukan tidak terpilih, hanya tertunda. Mudah-mudahan di 2029 kita semua akan jadi sosok yang bisa dipercaya oleh masyarakat di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.
*Konsolidasi Jadi Langkah Awal*
Carkim menambahkan, rapat konsolidasi kali ini masih menjadi tahap awal untuk menyatukan jajaran pengurus DPD dan DPC se-Kabupaten Cirebon.
Pertemuan tersebut diikuti para ketua, sekretaris, bendahara, serta sejumlah pengurus DPC. Selain memperkuat koordinasi internal, forum itu juga menjadi ruang untuk menyusun langkah organisasi agar PSI mulai lebih aktif turun ke tengah masyarakat.
“Dalam rapat kepengurusan atau rapat konsolidasi ini kita baru bisa berbicara dengan ketua DPC, dan juga pengurus yang lainnya. Dan kita susun program untuk turun ke bawah,” katanya.
Sementara itu, Bendahara DPD PSI Kabupaten Cirebon, Sudarto, S.H., menyatakan optimistis seluruh DPC yang telah terbentuk dapat bergerak bersama untuk membesarkan PSI di Kabupaten Cirebon.
“Rapat konsolidasi ini dihadiri semua DPC di Kabupaten Cirebon. Dalam rapat juga kita menargetkan agar masing-masing DPC merekrut kader yang memiliki potensi di desa-desa,” kata Sudarto.
Menurutnya, keberadaan kantor baru DPD PSI Kabupaten Cirebon di wilayah Talun menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antarstruktur partai.
Kantor tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi pusat aktivitas organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan jajaran pengurus dan kader dari berbagai wilayah.
“Dengan sudah diresmikannya kantor DPD PSI Kabupaten Cirebon dan langsung dilakukannya rapat konsolidasi partai, pertama kita bisa mengenal tiap kader dari semua DPC mana saja,” ujarnya.
Dengan konsolidasi yang mulai digencarkan sejak tingkat DPC hingga desa, PSI Kabupaten Cirebon kini menempatkan penguatan struktur dan rekrutmen kader sebagai fondasi utama untuk membangun kekuatan menghadapi Pemilu 2029.
( Falah )
