• Jum. Agu 7th, 2026

Sejumlah Siswa Dan Guru Di SDN Ciherang Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu Program MBG, Puluhan Korban Dirawat Di Puskesmas

Bogor.swaradesaku.com. Sejumlah siswa dan guru di SDN Ciherang 01 Dramaga Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami gejala yang diduga mengarah pada keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut mengakibatkan 29 siswa dan 1 Guru harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Dramaga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing tidak lama setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam program tersebut. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke puskesmas untuk memperoleh perawatan dan observasi medis.

Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan makanan Program MBG yang telah terkontaminasi. Namun demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium oleh instansi yang berwenang.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 29 orang yang diduga terdampak, terdiri dari 25 orang yang sudah dirawat dan 4 orang yang baru masuk sejak pukul 07.30 WIB. Sembilan orang di antaranya direncanakan diperbolehkan pulang pagi ini setelah kondisinya membaik, sementara sisanya masih dalam pemantauan tim medis.dikutip dari swarapembaharuan.com.(7/8/26).

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa dan masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Daerah, Dinas terkait, serta penyelenggara Program MBG segera melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi proses pengadaan, pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan.

Masyarakat juga meminta adanya transparansi dalam penyampaian hasil pemeriksaan agar tidak menimbulkan spekulasi, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Salah seorang guru SDN Ciherang 01 ketika diwawancara menyampaikan keracunan makanan ini dimulai dari jam 2 siang setelah siswa memakan menu dari MBG yang berupa nasi, telur dan tempe, wortel dan buah anggur.

Setelah makan telur dan tempe mereka muntah muntah kemudian di bawa ke puskesmas, yang saya tahu ada 20 siswa dan 1 guru, untuk penyebab sementara yang saya tau karena setelah mereka makan tahu dan tempe tapi harus di uji di laboratorium, dokter sudah mengambil sampel nya, untuk di uji di laboratorium, ungkapnya.(6/8/26).

Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah maupun instansi terkait diharapkan dapat memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian, kondisi terkini para korban, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Apabila terbukti terdapat unsur kelalaian dalam penyelenggaraan Program MBG, masyarakat berharap aparat dan instansi berwenang mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Red)