Bogor.swaradesaku.com. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Tahun 2026 resmi digelar dengan mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Membangun Generasi Berakhlak.” Kegiatan ini diikuti oleh 88 peserta qori dan qoriah dari 12 desa se-Kecamatan Caringin.

Sebelum pembukaan MTQ, seluruh kafilah dari 12 desa mengikuti Pawai Ta’aruf dengan berjalan kaki dari Lapangan Curugdengdeng menuju Kantor Kecamatan Caringin. Masing-masing desa menampilkan kreativitas, identitas, serta ciri khasnya dalam pawai yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias masyarakat.
Acara dihadiri oleh Camat Caringin Ramdan Firdaus, S.Sos., M.Si., Ketua MUI Kecamatan Caringin Ustaz Entis, para kepala desa, unsur Polsek Caringin, Koramil, Dinas Perhubungan, serta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat.
Camat Caringin Ramdan Firdaus menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus ajang mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“MTQ ini bertujuan mencari bibit-bibit qori dan qoriah terbaik dari setiap desa untuk dipersiapkan pada ajang tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, pelaksanaan MTQ tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan Beduk bahwa MTQ resmi di buka lsngsung pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai simbol dimulainya kegiatan acara tersebut Sebanyak 88 peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan dengan harapan kegiatan berlangsung lancar hingga selesai.
“MTQ bukan semata-mata mengejar juara, tetapi menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an, serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, perangkat desa, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciherang Pondok sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Caringin, H. Aldi Wiharsa, mengatakan seluruh desa tampil kompak dan kreatif dalam Pawai Ta’aruf.
Menurutnya, MTQ yang rutin diselenggarakan setiap tahun menjadi sarana membangun semangat generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an sekaligus menjadi wadah untuk menemukan bakat-bakat terbaik di bidang tilawah.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta dan warga menjadi bukti bahwa MTQ bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga syiar Islam yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
(Usep)
