• Ming. Mei 17th, 2026

Bogor.swaradesaku.com. Penyaluran dana kompensasi bagi masyarakat terdampak akibat penutupan tambang kembali menjadi sorotan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Warga meminta pihak Pemerintah Kabupaten Bogor agar turun tangan melakukan audit terhadap seluruh desa yang menerima dan menyalurkan dana kompensasi tambang agar penggunaan anggaran lebih transparan dan tepat sasaran.

Keluhan warga muncul lantaran diduga masih adanya ketidaksesuaian data penerima manfaat, pemotongan dana, hingga penyaluran yang dinilai tidak merata kepada masyarakat yang benar-benar terdampak pada penutupan tambang.

Beberapa warga mengaku selama ini tidak pernah mengetahui secara terbuka besaran dana kompensasi yang diterima desa maupun mekanisme pembagiannya. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana kompensasi di tingkat desa.

“Pemerintah harus audit semuanya secara terbuka, jangan hanya sebagian desa saja. Karena yang terdampak pada penutupan tambang itu karyawan, supir dan pedagang ,” ujar salah satu karyawan tambang yang tidak dapat dana kompensasi.

Warga juga meminta agar pihak Inspektorat Kabupaten Bogor bersama dinas terkait melakukan pemeriksaan administrasi dan verifikasi langsung di lapangan guna memastikan dana kompensasi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Menurut warga, audit menyeluruh diperlukan agar tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat akibat dugaan ketimpangan pembagian dana kompensasi tambang. Selain itu, transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Desa.

Masyarakat berharap Pemkab Bogor dapat segera mengambil langkah konkret dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran dana kompensasi tambang di seluruh wilayah terdampak. Dengan adanya audit terbuka, warga berharap tidak ada lagi dugaan penyimpangan maupun permainan data penerima bantuan kompensasi.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Bogor Maupun Pemdes Yang Terdampak di tiga Kecamatan yaitu Cigudeg, Parung Panjang dan Rumpin.

(Tim/Red)