• Kam. Mei 14th, 2026

Majalengka.swaradesaku.com. Transparansi pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kembali menjadi sorotan. Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menyambangi Gedung DPRD Kabupaten Majalengka bagi wilayah yang bersentuhan langsung dengan eksploitasi sumber daya alam, Rabu (13/05/2026).

‎​Audiensi yang berlangsung hangat namun kritis ini diterima langsung oleh jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka serta perwakilan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

‎Ketua FPII Kabupaten Majalengka, Drs. Asep Firmansyah—yang lebih akrab disapa Asep Bobby—menjadi juru bicara utama dalam pertemuan tersebut. Ia menyoroti kondisi di setiap Desa di wilayah Kecamatan Sumberjaya, Kecamatan Ligung dan Kecamatan Kertajati yang selama ini menjadi daerah terdampak aktivitas migas.
‎​”Kami hadir untuk membawa suara masyarakat bawah. Pengembalian DBH Migas bagi desa terdampak bukan sekadar soal angka, tapi soal keadilan pembangunan,” tegas Asep Bobby di hadapan para wakil rakyat.

‎Menurutnya, masyarakat di Sumberjaya, Ligung dan Kertajati seharusnya merasakan dampak positif yang signifikan dari kekayaan alam di wilayah mereka. Namun, hingga saat ini, FPII menilai realisasi dan transparansi penyaluran dana tersebut masih perlu dipertanyakan efektivitasnya.

‎Dalam pemaparannya, FPII meminta agar BKAD dan Komisi II membuka data secara gamblang mengenai :
‎​Besaran total DBH Migas yang diterima kabupaten.
‎​Persentase alokasi yang dikembalikan ke tingkat desa.
‎​Pemanfaatan dana tersebut untuk mitigasi dampak lingkungan dan sosial.

‎Pihak Komisi II DPRD dan BKAD merespons positif masukan tersebut. Mereka mengakui bahwa pengawasan dari elemen masyarakat dan pers seperti FPII sangat diperlukan agar anggaran daerah tidak hanya menguap tanpa manfaat nyata bagi warga terdampak.



‎Audiensi ini ditutup dengan kesepahaman bahwa data terkait DBH Migas harus lebih aksesibel bagi publik. Asep Bobby menegaskan bahwa FPII akan terus mengawal janji pemerintah daerah hingga realisasi anggaran benar-benar menyentuh perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan warga di Sumberjaya , Ligungdan Kertajati .
‎​”Jangan sampai daerah yang punya kekayaan alam justru hanya mendapatkan dampak debu dan bisingnya saja, sementara hasilnya dinikmati di tempat lain,” pungkas Asep Bobby.


‎PRESS RELEASE FPII Korwil Majalengka. ‎Rabu, ( 13/5/26)

(Red)