Sukabumi.swaradesaku.com.Lelah bekerja seharian tubuh dan pemikiran membutuhkan relaxasi agar urat saraf kembali kendur hingga mampu menghasilkan kualitas kerja dan terobosan baru hasil refreshing ke satu tempat yang inspiratif.

Curug Ngelay yang masih ‘perawan’ dengan sifatnya yang asri disempurnakan pemandangan alam sekelilingnya yang sejuk hijau menghadirkan nuansa segar ceria lupa akan segala permasalahan pekerjaan yang kadang buntu dan membuat pikiran stress.

Curug Ngelay terletak di Desa Cikarae Thoyyibah dengan menempuh jalan sekitar 8 Km dari Jalan Raya Pajagan tidak jauh dari lokasi Arung Jeram tersebut merupakan kawasan Pehutani yang belum tersentuh oleh masyarakat dan kini mulai berbenah dibawah koordinasi Pemerintah Desa Cikarae Thoyyibah Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi.

Curug Ngelay dengan ketinggian sekitar seribu meter tersebut, bukan satu -satunya curug yang dapat dinikmati keindahannya, karena sedikitnya terdapat curug lain yang tidak jauh hingga sekali ke lokasi dapat dinikmati 3 curug lainnya yaitu Curug Cimantaja, Curug Panak dan Curug Karemong.

“Ada 3 curug lain selain Curug Ngelay yaitu Curug Cimantaja, Curug Panak dan Curug Karemong yang dapat dinikmati dengan keistimewaannya sendiri -sendiri yang dibentuk oleh alam Kawasan Taman Nasional di Desa Cikarae Thoyyibah,” ungkap Ukat Sukatma, Kades Cikarae Thoyyibah ditemui di lokasi.

Bagi mereka yang menyukai tantangan kemping, lanjut pria yang akrab disapa Ukat tersebut, terdapat wahana kemping keluarga yang tak terbatas aepuas dan sebetah mereka tinggal sambil menikmati nuansa alam bersatu padu dwngan masyarakat Cikarae Thoyyibah yang pastinya sangat ramah dalam menyambut tamu.

Hari Sabtu dan Minggu biasanya curug dengan air yang bening tersebut dikunjungi oleh tamu manca negara terutama mereka yang menjajal tantangan arung jeram menyempatkan waktunya untuk menikmati curug alam dan hingga saat ini tidak atau belum diadakan pungutan retribusi untuk dapat menuju ke lokasi tersebut.

“Melihat potensi tersebut kemudian pihak Pemerintah Desa berinisiatif untuk membuka dan memperbaiki akses menuju lokasi agar dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat langsung menuju lokasi, karena selama ini hanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua,” tambah Ukat.

Ukat berharap, pengelolaan curug yang sudah mendapat izin dari Perhutani tersebut dalam pengelolaan lanjutannya mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar memfasilitasi keinginan masyarakat Desa Cikarae Thoyyibah dalam menggali pitenai dan membuka akses menuju lokasi, dimana dalam pelaksanaannya masih membutuhkan sarana dan prasarana lainnya menuju arena wisata curug yang kelak akan menjadi ikon wisata kebanggaan warga Desa Cikarae Thoyyibah Kemacatan Cikidang.

Relorter : Arta S Tera
Editor : Didi Sukardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *