• Sel. Mar 31st, 2026

Viking Pirates Cirebon Timur Ajukan Izin Nobar Persib, Uji Komitmen Ketertiban Dan Respons Pemerintah Kecamatan

Cirebon.swaradesaku.com. Kelompok suporter Persib Bandung yang tergabung dalam Distrik Viking Pirates Cirebon Timur resmi mengajukan pemberitahuan sekaligus permohonan izin kepada Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lemahabang terkait rencana kegiatan nonton bareng (nobar) lanjutan pertandingan BRI Super League 1 Indonesia musim 2025–2026, Selasa ( 31 Maret 2026 ).

Surat pemberitahuan tertanggal 05 April 2026 tersebut ditujukan sebagai bentuk komitmen suporter dalam menjaga ketertiban serta mematuhi regulasi yang berlaku, khususnya aturan PSSI terkait sistem pertandingan kandang dan tandang tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Dalam surat tersebut dijelaskan, kegiatan nobar akan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Minggu, 05 April 2026 mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Koordinator pelaksana, Asep Martiano, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bentuk dukungan positif terhadap tim kebanggaan dengan tetap menjunjung tinggi ketertiban umum. Panitia juga menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga fasilitas pemerintah yang digunakan serta memastikan kebersihan lokasi setelah kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Pembina Distrik Viking Pirates Cirebon Timur, H. Lili Mashuri, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mengelola massa suporter secara tertib, terarah, dan tidak melanggar aturan.
Pihak Kecamatan Lemahabang pun disebut siap memberikan dukungan selama kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.

Dengan adanya pemberitahuan resmi ini, diharapkan kegiatan nobar dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi contoh positif bagi komunitas suporter lainnya di Kabupaten Cirebon. Langkah yang diambil Viking Pirates Cirebon Timur bukan sekadar prosedur administratif, melainkan sinyal kuat bahwa kultur suporter mulai bergerak ke arah yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Di tengah citra suporter yang kerap diwarnai stigma kericuhan, pendekatan terbuka dan patuh aturan seperti ini menjadi angin segar yang layak diapresiasi.

Namun, komitmen ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Nobar yang digelar di fasilitas pemerintah seperti pendopo kecamatan memiliki konsekuensi besar. Ini bukan ruang bebas tanpa aturan, melainkan ruang publik yang harus dijaga marwahnya. Ketertiban, keamanan, dan kebersihan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Di sisi lain, kesiapan pemerintah kecamatan juga ikut dipertaruhkan. Dukungan yang diberikan tidak cukup hanya sebatas izin formal, tetapi juga pengawasan dan pendampingan agar kegiatan benar-benar berjalan sesuai koridor. Jika pemerintah serius membuka ruang bagi aktivitas positif masyarakat, maka inilah momentum untuk membuktikannya.
Jangan sampai semangat tertib dari masyarakat justru berbenturan dengan lemahnya pengawasan atau bahkan pembiaran. Karena jika itu terjadi, bukan hanya acara yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan komunitas suporter itu sendiri.

Lebih jauh, keberhasilan kegiatan ini bisa menjadi titik balik. Bahwa suporter tidak selalu identik dengan keributan, tetapi bisa menjadi kekuatan sosial yang terorganisir, santun, dan berkontribusi positif. Nobar bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi tentang membangun citra, solidaritas, dan kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Jika ini berhasil, maka Viking Pirates Cirebon Timur bukan hanya mendukung tim di lapangan, tetapi juga memenangkan kepercayaan publik di luar stadion.

(Ade Falah)