Indramayu.swaradesaku.com. Warga Blok Jawet RT 07/01 Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, kecewa dan protes kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kecamatan setelah jalan selesai di perbaiki jalan tersebut diklaim bahwa pihak Pemdes beserta warga telah memperbaiki jalan tersebut.

Salah seorang warga mengungkapkan, jalan tersebut di perbaiki oleh warga dan anggarannya uang hasil iuran swadaya, sebelumnya kami meminta Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memperbaiki, tapi tak kunjung direalisasikan. Ungkap Tarjo warga Desa Juntinyuat.
Masyarakat Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya. Peran Pemdes Juntinyuat terkait hal ini pun dipertanyakan.
“Membangun jalan secara swadaya menjadi potret nyata dari dua sisi yang kontras, semangat gotong-royong masyarakat yang luar biasa dan lemahnya kehadiran Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya,” kata Tarjo, Senin (23/02/2026).

WPLT Juntinyuat adalah perkumpulan pemuda yang berfokus pada pelayanan publik, Warga Peduli Lingkungan Dan Tani (WPLT) Tarjo dan Tim juga sering mengadakan kebersihan lingkungan sampah bahkan sering kegiatan menangkap tikus bahkan membangun Solokan warga di Desa Juntinyuat.
Tarjo mempertanyakan peran Pemerintah Desa Juntinyuat dalam memberikan pelayanan infrastruktur berupa jalan umum. Tarjo menuturkan seharusnya inisiatif memperbaiki jalan rusak datang dari Pemerintah Desa bukan mengklaim jalan swadaya dari masyarakat.
> “Ketika masyarakat memilih untuk mengambil inisiatif membangun sendiri infrastruktur yang seharusnya menjadi kewajiban negara, maka patut kita bertanya, di mana peran dan tanggung jawab Pemerintah Desa atau Pemkab Indramayu” ucapnya.
Warga Juntinyuat perbaiki jalan rusak secara swadaya, Pemdes kurang merespon aksi warga memperbaiki jalan dengan uang iuran bersama adalah imbas dari pupusnya harapan kepada Pemdes Juntinyuat. Tarjo menekankan soal komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur.
“Ketika pembangunan harus dilakukan secara gotong royong karena harapan kepada Pemerintah Desa telah pupus, maka ini bukan prestasi, tapi justru kegagalan Pemerintah Desa dalam menjamin pemerataan pembangunan,” katanya.

Tarjo berharap Pemerintah tergerak melihat aksi warga. “Jika rakyat sudah berbuat, tugas Pemdes bukan sekadar berterima kasih, tetapi segera hadir, memperbaiki, dan menjamin hal serupa tak terus berulang, bukan malah mengklaim seolah perbaikan jalan hasil kerja Pemdes bersama masyarakat”, tutup Tarjo.
(Muslik).
