• Sen. Feb 23rd, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, sosok muda inspiratif lahir dari Desa Karangsuwung, Blok Puhun, RT 004 RW 03, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Ia adalah Ahmad Fauzi, S.Pd, seorang pendidik di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di Cirebon yang dikenal aktif menggerakkan semangat literasi di kalangan pelajar.

Sebagai pemuda desa yang memilih jalan pengabdian di dunia pendidikan, Ahmad Fauzi tidak hanya menjalankan tugas mengajar sebagai rutinitas, tetapi menjadikannya sebagai ladang perjuangan mencerdaskan generasi bangsa. Ia dikenal konsisten mendorong siswa untuk gemar membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah arus digitalisasi yang kerap membuat minat baca generasi muda menurun.

Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama membangun karakter, memperluas wawasan, serta membentuk pola pikir yang matang dan berintegritas. Melalui berbagai kegiatan sekolah, diskusi, serta pembinaan akademik, Ahmad Fauzi aktif menanamkan budaya literasi sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Kiprah pemuda asal Karangsuwung ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa. Semangatnya menunjukkan bahwa latar belakang kampung halaman bukanlah batasan untuk berkontribusi secara luas. Justru dari desa, lahir energi-energi positif yang mampu memberi warna bagi kemajuan pendidikan.

Di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, kehadiran figur pendidik seperti Ahmad Fauzi menjadi sangat penting. Guru bukan hanya pengajar materi pelajaran, tetapi juga pembimbing karakter dan penjaga nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan.

Aktivitasnya yang dikenal aktif di lingkungan pendidikan dan sosial kemasyarakatan turut memperkuat posisinya sebagai pemuda yang peduli terhadap kemajuan daerah. Ia menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya berbicara perubahan, tetapi benar-benar terlibat langsung dalam prosesnya.

Komitmen terhadap literasi adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Jika budaya membaca dan berpikir kritis terus ditanamkan sejak dini, maka masa depan generasi akan lebih siap menghadapi persaingan global. Upaya yang dilakukan Ahmad Fauzi patut didukung bersama, agar semangat literasi terus tumbuh dan berkembang.

Desa Karangsuwung patut berbangga memiliki sosok pemuda pendidik yang berdedikasi. Dari ruang kelas hingga lingkungan masyarakat, Ahmad Fauzi membuktikan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian yang mulia dan penuh makna.

(Ade Falah )