• Sel. Feb 10th, 2026

TNI AL Dan Forkopimda Turun Tangan Di Pantai Baro, Gerakan Indonesia Asri Jadi Aksi Nyata Selamatkan Pesisir Cirebon

Cirebon.swaradesaku.com. Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan bersinergi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon melalui aksi nyata Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) di kawasan Pantai Baro, Desa Gebang Mekar, Selasa (10/02/2026).

Mewakili Komandan Lanal Cirebon, Paur Ter Lettu Laut (KH) Agus Sugandi hadir mendampingi Bupati Cirebon dan Dandim 0620/Kabupaten Cirebon dalam kegiatan bertajuk “Mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Tertata, dan Aman.” Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergitas lintas instansi dalam menjaga kawasan pesisir sebagai aset strategis daerah.

Aksi tersebut melibatkan satu pleton personel Lanal Cirebon yang bergabung dengan unsur TNI-Polri, dinas terkait, serta para pelajar. Fokus utama kegiatan adalah pembersihan area pesisir dari sampah dan material yang berpotensi merusak ekosistem laut, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

Sejak pagi hari, kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat gotong royong. Personel gabungan terlihat menyisir garis pantai, mengumpulkan sampah, serta menata area pesisir yang sebelumnya terlihat kumuh. Kehadiran pelajar dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sejak dini.

Gerakan Indonesia Asri di Pantai Baro tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kawasan pesisir merupakan benteng ekonomi, ekologi, dan sosial masyarakat. Pantai bukan hanya ruang wisata, tetapi juga sumber penghidupan nelayan, penyangga ekosistem laut, dan wajah daerah di mata publik.

Langkah Lanal Cirebon bersama Forkopimda menjadi contoh untuk diapresiasi karena menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap persoalan lingkungan. Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran laut, sampah plastik, dan degradasi kawasan pesisir, aksi konkret seperti ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu instansi.

Namun, kegiatan bersih-bersih pantai seharusnya tidak berhenti pada satu momentum saja. Yang jauh lebih penting adalah keberlanjutan program, pengawasan terhadap pembuangan sampah, serta pembentukan kesadaran masyarakat agar tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan akhir.

Jika sinergi lintas sektor ini terus dijaga, maka Gerakan Indonesia Asri bukan hanya slogan, melainkan gerakan nyata yang mampu mengubah wajah pesisir Cirebon menjadi lebih bersih, tertata, dan berdaya saing. Pantai yang bersih bukan hanya mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mencerminkan kualitas peradaban masyarakatnya.

( Ade Falah )