Cirebon.swaradesaku.com. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Cirebon periode 2024–2029, Hj Nana Kencanawati, S.Pd, menggelar acara tasyakur , doa’ bersama dan lomba karaoke di kediamannya di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Minggu (8/2/2026).

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kecamatan Lemahabang, Karangsembung, Karangwareng, Pasaleman, Pabuaran, Waled, dan Ciledug itu sengaja mengemas peringatan HUT Gerindra dengan kegiatan sederhana namun meriah dan penuh makna.
Acara tersebut disambut antusias oleh warga, tim sukses, serta kader Partai Gerindra dari berbagai wilayah. Suasana kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, yang diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Partai Gerindra yang kini memasuki usia ke-18 tahun.
Dalam kesempatan itu, Hj Nana Kencanawati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara kader partai dan masyarakat.
“Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ini juga sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung saya hingga menjadi anggota dewan serta turut memenangkan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden,” ujarnya.
Menurutnya, momentum HUT Gerindra harus dimaknai sebagai semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi rakyat, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
Selain doa dan tasyakur, lomba karaoke menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti perlombaan, menciptakan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan keceriaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kader Partai Gerindra semakin solid, dekat dengan masyarakat, serta terus bekerja nyata untuk kepentingan rakyat.
Perayaan HUT partai yang dikemas secara sederhana namun menyentuh langsung masyarakat seperti ini menjadi gambaran bagaimana politik dapat dijalankan dengan pendekatan yang humanis. Tidak melulu dalam bentuk seremoni formal, kegiatan berbasis kebersamaan justru mampu membangun kedekatan emosional antara wakil rakyat dan konstituennya.
Momentum HUT ke-18 Partai Gerindra juga menjadi refleksi perjalanan politik partai tersebut yang kini telah menjadi kekuatan besar di tingkat nasional. Dengan kader-kader yang tersebar hingga tingkat desa, peringatan seperti ini menjadi pengingat bahwa politik sejatinya harus berpijak pada kepentingan masyarakat.
Kehadiran wakil rakyat di tengah warga, berbagi kebahagiaan, serta menciptakan ruang interaksi yang santai namun bermakna, dapat menjadi langkah positif untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap dunia politik.
Jika pola pendekatan seperti ini terus dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat akan semakin erat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih aspiratif dan partisipatif.
( Ade Falah )
