• Sel. Feb 3rd, 2026

Pemkab Lebak Secara Resmi Membuka Kegiatan Pasar Murah Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2026

Lebak.swaradesaku.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Plaza Lebak, Kecamatan Cibadak, Selasa 3 Februari 2026, dan disambut antusias oleh ribuan warga dari berbagai kecamatan.

Pembukaan Pasar Murah dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Ramadan.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pasar Murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.

“Pasar Murah ini adalah salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Amir Hamzah.

Ia menambahkan, Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran sekitar Rp550 juta untuk menyubsidi berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam Pasar Murah tersebut. Dengan adanya subsidi, masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat. Silakan dimanfaatkan, terutama bagi warga yang membutuhkan. Dana yang dialokasikan ini sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, mengatakan Pasar Murah merupakan program strategis pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.

“Pembukaan Pasar Murah perdana dilaksanakan pada 3 Februari 2026 dan mencakup tiga kecamatan, yaitu Rangkasbitung, Cibadak, dan Kalanganyar, dengan lokasi terpusat di Plaza Lebak,” kata Rully.

Pada tahap awal, Disperindag Lebak menyiapkan sebanyak 3.500 paket kebutuhan pokok bersubsidi. Paket tersebut terdiri dari 2.500 paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, terigu 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter, serta 1.000 paket telur ayam.

Untuk harga, paket sembako dijual seharga Rp87.000 per paket, sementara paket telur dibanderol Rp20.000 per paket. Jika membeli kedua paket tersebut, masyarakat cukup membayar Rp107.000.

Menurut Rully, sasaran utama Pasar Murah adalah masyarakat kurang mampu, termasuk warga miskin dan miskin ekstrem. Penyaluran dilakukan melalui sistem kupon sebagai bentuk prioritas, meskipun program ini bukan bantuan sosial gratis.

“Ini bukan bantuan sosial, tetapi masyarakat tetap membeli dengan harga yang sudah disubsidi pemerintah daerah. Harapannya, program ini dapat meringankan beban masyarakat dan menekan laju inflasi,” katanya.

Sementara itu, Salah seorang warga Rangkasbitung, Difa, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemkab Lebak.

“Alhamdulillah, pasar murah ini sangat membantu dan meringankan kebutuhan keluarga, apalagi menjelang Ramadan,” kata Difa saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi pasar murah.

(Aweng)