Cirebon.swaradesaku.com. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon dalam rangka mematangkan persiapan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026. Audiensi tersebut berlangsung di ruang Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus PWI Kota Cirebon memaparkan rencana besar peringatan HPN 2026 sekaligus memperkenalkan anggota PWI yang baru bergabung. Salah satu agenda utama yang menjadi pembahasan adalah rencana pelaksanaan kegiatan pengobatan gratis, yang diprioritaskan bagi para wartawan, dengan layanan pemeriksaan kesehatan ringan seperti cek tekanan darah, gula darah (KG), serta layanan kesehatan dasar lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kegiatan PWI Kota Cirebon. Menurutnya, kolaborasi antara insan pers dan sektor kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.
“Pada prinsipnya Dinas Kesehatan Kota Cirebon siap mendukung pelaksanaan kegiatan pengobatan gratis dalam rangka HPN 2026. Namun kami berharap PWI dapat menyampaikan estimasi jumlah peserta sejak awal, agar kami bisa menyiapkan kebutuhan teknis secara optimal, mulai dari tenaga kesehatan hingga jumlah meja layanan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa apabila kuota layanan pemeriksaan masih memungkinkan, program pengobatan gratis tersebut dapat dibuka untuk masyarakat umum. Hal ini dinilai sejalan dengan komitmen Dinas Kesehatan dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya pelayanan promotif dan preventif.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Cirebon, M. Alif Santosa, S.H., menegaskan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab organisasi terhadap kesehatan para wartawan. Ia menilai profesi wartawan memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang cukup tinggi akibat pola kerja yang tidak menentu, jam kerja panjang, tekanan deadline, serta mobilitas yang tinggi di lapangan.
“Wartawan sering kali mengabaikan kesehatan karena tuntutan pekerjaan. Melalui kegiatan pengobatan gratis ini, kami ingin mengingatkan bahwa kesehatan adalah modal utama dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Alif menambahkan bahwa isu kesehatan merupakan salah satu topik strategis yang selalu relevan dengan kepentingan publik. Oleh karena itu, PWI Kota Cirebon memandang kegiatan HPN 2026 tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai momentum memperkuat peran pers dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.
“HPN bukan sekadar perayaan profesi, tetapi juga sarana membangun kolaborasi yang nyata antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap sinergi dengan Dinas Kesehatan ini dapat memberikan manfaat langsung, tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif guna menyukseskan rangkaian kegiatan HPN 2026 di Kota Cirebon. Sinergi antara PWI Kota Cirebon dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif antara pers dan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih humanis, informatif, dan berkelanjutan.
( Ade Falah )
