• Sel. Apr 16th, 2024

Ini Tanggapan RS Husada Rangkasbitung Dan Pihak Terkait Mengenai Penutupan Saluran Air

Lebak.swaradesaku.com. Terkait penutupan saluran solokan yang diduga dilakukan oleh Rumah Sakit Husada. Begini tanggapan dari kedua sisi saat melakukan cek fakta di lapangan antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Lebak, pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, mengatakan kemarin pada tanggal 28/3 Tim LH sudah ke lokasi hasilnya masih yang sama seperti sebelumnya.

“Berdasarkan informasi Tim kami, pihak Rumah Sakit Husada sudah ada pembangunan aliran Solokan atau sungai kecil satu aliran ke arah belakang kantor Kecamatan,” Kata Erik saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (29/3/2024).

Dia menegaskan, tidak ada saluran pembuangan ke pemukiman warga setempat.

Tim sudah menyampaikan ke warga setempat ketemu saat melakukan cek ke lokasi, diminta untuk bersama desa atau kecamatan barengan cek dengan pihak RS Husada. Biar saling ngecek.

Sementara itu, tanggapan dari pihak kelurahan Muara Ciujung Timur, Mutria mengatakan pihak kelurahan kemarin sudah melakukan cek ke lokasi genangan air warga setempat.

“Berdasarkan hasil Tim kami ke pihak Pak RT setempat, membenarkan bahwa banjir itu di akibatkan saluran drainase tersumbat bangunan gedung baru Rumah Sakit Husada dari dulu,” kata Mutria

Warga Kampung Leuwiranji Keluhkan Penutupan Saluran Diduga oleh Rumah Sakit Husada

9 Maret 2024
Warga Kampung Leuwiranji, Kelurahan Muara Ciujung Timur (MCT), Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menghadapi masalah serius terkait penutupan saluran solokan yang diduga dilakukan oleh Rumah Sakit Husada. Penutupan ini telah menyebabkan genangan air yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Menurut Bewok (nama samaran), seorang warga setempat, masalah ini bermula sejak adanya pembangunan baru oleh Rumah Sakit Husada.

“Sebelum pembangunan, saluran solokan kami berfungsi normal,” ujar Bewok pada hari Sabtu, 9 Maret 2024.

Bewok juga menambahkan bahwa sejak pembangunan tersebut, setiap kali musim hujan tiba, genangan air kerap terjadi dan membutuhkan waktu hampir satu minggu untuk surut. Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama karena saluran tersebut tidak lagi mengalir ke arah belakang kantor kecamatan.

Warga telah mencoba menegur pihak rumah sakit, namun sayangnya, teguran tersebut tampaknya tidak mendapat respons. Situasi ini telah mempengaruhi tiga RT di wilayah tersebut, dan warga berharap pemerintah daerah atau pihak terkait dapat segera menangani permasalahan ini.

Upaya konfirmasi dari pihak wartawan terhadap Rumah Sakit Husada masih berlangsung untuk mendapatkan klarifikasi mengenai dugaan penutupan saluran solokan ini.

(Aweng/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *