• Sel. Apr 16th, 2024

Proyek Rekonstruksi Jalan Kabupaten Di Kecamatan Cibungbulang Yang Dikerjakan CV Rajawali Jaya Sakti Diduga Tidak Sesuai Spek Dan RAB

Bogor.swaradesaku.com. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor, tengah melakukan kegiatan rekonstruksi Jalan Kabupaten yang beralamat Jalan Situ Udik Gunung Handeuleum, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten bogor dengan nilai Rp.1.931.495.900 (satu milyar sembilan ratus tiga puluh satu juta empat ratus sembilan puluh lima sembilan ratus rupiah) pelaksana CV.Rajawali Jaya Sakti dan Konsultan Pengawas Pt.Nasuma Putra di duga tidak sesuai spek dan RAB. sabtu (07/10/2023)

Kegiatan rekonstruksi jalan yang kini dilakukan, terlihat sedang mengutamakan pembuatan Tanggul Penahan Tanah (TPT) yang berada tepat dijalan yang nanti nya akan di hotmix dan bisa menahan agar tidak longsor, didalam pembuatan TPT yang kini telah diproses dan memakan waktu kurang lebih 68 hari kalender, dari waktu yang telah disahkan pada no dan tanggal SPMK DPUPR tanggal 31 juli 2023.

Pembuatan TPT yang notaben nya merupakan aliran sungai dengan ekosistem masih alami yaitu adanya bebatuan, kini hilang setelah adanya proyek DPUPR tentang rekonstruksi jalan, dan diduga dijadikan bahan material yang dipasang untuk pembuatan TPT, karena pada saat penggalian pertama jelas, awak media melihat bebatuan yang berasal dari aliran sungai itu ada, namum kini telah tiada seiring TPT yang akan selesai dalam prosesnya, dan selain itu para pekerja tidak menggunakan safety atau Alat Pelindung Diri (APD) dalam bekerja.

Pada pembuatan TPT, terlihat pelaksana yang hadir, pada saat dikonfirmasi oleh awak media, Ismet selaku pelaksana menjelaskan, ” disini ada kegiatan dan mencangkup 2 kegiatan, kesatu TPT kedua Hotmix Jalan, rencana akan di hotmix dengan ketebalan 5 cm, lebar 3 meter, panjang kurang lebih 150 m”, jelasnya, dan pada waktu, tempat yang sama ketika awak media menanyakan hasil kerja yang sedang berjalan menuturkan,” cukup bagus”, tuturnya.

Pantauan awak media dilokasi proyek tersebut diduga tidak sesuai spek dan RAB serta tidak ada nya bangunan direksi Keet, kami mohon pihak terkait agar memonitoring pekerjaan tersebut, supaya masyarakat merasa puas dan pekerjaan tersebut tidak berdampak pada ekosistem alam.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *