Kapolres Pandeglang : Tidak Ada Kerajaan Angling Darma

Byredaksiswaradesaku

Sep 25, 2021

Pandeglang.swaradesaku.com.Tidak ada Kerajaan Angling Darma, sedangkan yang bernama Sultoni Jamaludin Firdaus ini seneng dengan benda – benda, dengan barang – barang Kerajaan, sehingga di rumahnyapun banyak benda – benda kerajaan, dan yang penting selama ini beliau tidak meresahkan warga sekitar.

Demikian dikatakan Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah seraya menghimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak terpengaruh isu-isu negatif yang berkembang, Kamis (23/9/2021).

Diketahui, beberapa hari terahir, Pandeglang dihebohkan dengan kabar keberadaan Kerajaan Angling Darma, dengan sosok Rajanya bernama Baginda Sultonu Iskandar Jamaludin Firdaus atau Baginda Angling Darma, berlokasi di Kp. Salangari RT. 03/01 Desa Pandat Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, dan dengan cepat diklasifikasi oleh Muspika Mandalawangi bersama TNI-Polri.

Bertempat Aula Kantor Kecamatan Mandalawangi dilaksanakan klarifikasi oleh Tim dari Kabupaten Pandeglang dengan perwakilan dari keluarga Baginda Jamaludin Firdaus (Angling Darma), terkait adanya pemberitaan di Medsos dan televisi tentang adanya Kerajaan Angling Darma tersebut.

“Angling Darma itu bukan sebuah Kerajaan, dan Baginda Iskandar Jamaludin Firdaus sendiri tidak pernah menobatkan dirinya sebagai seorang Raja,” ujar Aki Jamil, Perwakilan dari Baginda Angling Darma, Kamis (23/9/21).

Aki Jamil menambahkan, kegiatan Baginda Iskandar Jamaludin Firdaus selama ini, tidak pernah bertentangan baik secara Agama atau dengan pihak Pemerintah maupun dengan masyarakat sekitarnya.

Kegiatan klarifikasi tersebut dihadiri oleh Yamin Bunyamin selaku Camat Mandalawangi, Tb Akhmad Juweni selaku Kabid Keswasmas Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Ida RA selaku Sekretaris Sat Pol PP Kabupaten Pandeglang, AIPDA Sukanda  mewakili Kapolsek Mandalawangi, SERTU AL Taufik mewakili Danramil Mandalawangi, Supiyani PLT Kades Pandat, Asmar Alias Suman Santomy Alias Aki Jamil  Perwakilan dari Baginda Angling Darma.

Disambangi ke lokasi kediaman Angling Darma, seorang mengaku semacam Humas Angling Darma, mengatakan keberatannya untuk diwawancara dengan alasan sudah di klarifikasi kepada Muspika, “Baginda sedang tidak ada di tempat. Sebetulnya saya ini tidak boleh wawancara apalagi direkam, karena banyak berita malah simpang siur, harusnya berita pembangunan malah yang ditonjolkan berita tentang raja,” ungkapnya menampakan masih kecewa dengan pemberitaan, Jumat (24/9/2021).

Namun setelah dijelaskan kedatangan awak media yang datang dari jauh, dengan sangat hati-hati ia mengatakan selama ini kegiatan Angling Darma hanya bersifat sosial, “Selama ini kegiatan yang dilakukan hanya bersifat sosial, seperti yang akan dilakukannya besok Minggu (26/9) di Menes. Kalau ingin jelas silahkan datang aja,” ungkapnya namun saat ditanya namanya, ia enggan menyebutkan dan hanya mengaku orang setempat.

Bagi seorang Baginda, membantu pembangunan rumah masyarakat yang membutuhkan bukanlah karena banyak harta, karena pada kenyataannya mungkin hanya beli bahan seperlunya atau hanya sumbangan pemikiran. Orang lain membantu hanya jika ada bencana, Baginda melakukannya setiap saat menemukan warga yang membutuhkan bantuan terutama tempat tinggal yang layak.

Ditanya wilayah desa mana saja yang pernah dibantunya, dirinya menjawab Desa Mandalawangi, Pagelaran dan Menes, “Sejak 2019 sudah terhitung 30 rumah dibantu pembangunannya, dan hari Minggu lusa, di Menes, itu kegiatan sosial pembangunan rumah yang ke-31,” tuturnya.

“Sebetulnya Baginda sudah lama dikenal karena dermanya, diibaratkan jika kita makan namun tetangga kita tidak makan, ini mungkin dirasa tidak baik bagi seorang penderma seperti Baginda. Jadi yang raja itu hatinya, hati seorang raja yang dermawan, maka disebut lah Angling Darma, begitulah kira-kira,” pungkasnya sambil melarang awak media melakukan pemotretan atas dirinya.

(Juhadi/Titi/Micha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *