Kades 3 Periode Pasir Jambu, Wahyu AS : Kata Kuncinya, Pelihara Basis Suara

Bogor.swaradesaku.com.Menjadi Kepala Desa (Kades) 3 periode tidaklah mudah kalau tidak dibilang sangat sulit, karena faktanya, di banyak desa, para Kades tumbang di tengah jalan, gagal melewati rintangan politik akibat banyak faktor diantaranya tidak memuaskan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama menggerakan ‘roda’ pembangunan, yang berakibat pada melemahnya dukungan suara.

Namun demikian, tidak sedikit Kades yang berhasil melewati rintangan menuju 3 periode, bahkan konon ada yang didaulat menjadi Kades seumur hidup, walau terbentur regulasi yang membatasi masa jabatan Kades maksimal 3 periode.

“Seorang Kepala Desa agar dapat mencapai 3 periode, kata kuncinya adalah pemeliharaan basis suara pendukung, selain harus menjaga nama baik, selalu berbuat baik, juga jangan pernah menyakiti masyarakat. Jikapun karena khilaf pernah menyakitinya, maka wajib hukumnya untuk segera mendatanginya dan meminta maaf,” ungkap Wahyu Agus Salim (56) yang akrab ditulis Wahyu AS ditemui di kantornya, Desa Pasir jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (22/7/21).

“Hal tersebut merupakan pengalaman sendiri yang pernah saya perbuat, hingga saya pernah sekali gagal pada Pilkades untuk masa jabatan kedua. Setelah saya sadari dan memohon maaf sekaligus minta doa restu orang tersebut, barulah saya berhasil terpilih kedua kali hingga sekarang menjalani ketiga kalinya,” ungkap Wahyu.

Masih menurut ayah dari 4 anak ini, dalam Pilkades, uang bukan segalanya, karena nama baik di dalam dan diluar keluarga itu lebih berharga dari nilai rupiah. “Rapatkan barisan keluarga serta tetangga, dan jangan ada yang tersakiti. Ini sangat penting, karena masyarakat akan menilai dengan logikanya, bagaimana bisa mengutur warga se desa, apabila mengurus keluarga dan tetangganya saja tidak berhasil. Bagaimana dapat mengayomi masyarakat banyak, sedangkan terhadap seorang warga saja pernah menyakiti”.

“Rangkul orang terdekat dan jalin hubungan lebih baik, bila perlu, dijadikan tim. Ingat, terhadap tim harus terbuka, ini bentuk pemeliharaan suara agar tidak berpaling kepada lawan politik. Selanjutnya bila terpilih, selama menjabat, beri pengertian kepada staff, agar mereka bersinergi dan solid. Ingat yang paling tahu kelemahan kinerja kita pastinya adalah orang terdekat yaitu Staff. Beri pemahaman pada mereka bahwa tidak ada orang yang sempurna dengan kebaikannya, dan menjelekan Kades kepada orang lain, dapat berakibat pada kejelekan desa secara umum, dan pada ahirnya kita sendiri yang akan ikut malu” terang Wahyu.

Sebagai bagian dari strategy memperkuat suara kita, lanjut suami dari Juariah ini, “Kita harus melemahkan kekuatan lawan, degan cara memperkuat dan memperbanyak tim sukses di sekitar lingkungan dan keluarga lawan”.

“Sukanya menjadi Kades 3 Periode, karena menjadi kebanggan tersendiri telah mengabdi dan dipercaya masyarakat. Apalagi di Pasirjambu ini, saya berhasil memecahkan record sebagai orang pertama pernah menjabat Kades 3 Periode,” ungkap Wahyu.

Sedangkan dukanya, masih menurut Wahyu, diantaranya belum maksimal memenuhi keinginan masyarakat, karena pasti ada saja yang belum terpenuhi, mengingat perkembangan tuntutan dan kebutuhan warga, sementara selaku Kepala Desa tidak dapat berbuat banyak, berbeda dengan dulu masih berlaku otonomi murni, sekarang semuanya terikat oleh peraturan pemerintah.

Pada masa darurat Covid-19 ini, lebih banyak musibah warga sakit hingga meninggal, dan ini merupakan bagian dari duka seorang Kepala Desa, selain banyak prihatin, juga anggaran banyak tersedot oleh pencegahan dan penanggulangan dampak covid-19.

“Bagi saya menjadi Kades 3 periode ini sangat mengesankan karena selama ini hidup saya banyak menghabiskan waktu di kantor desa. Sejak tahun 1986 menjadi Kaur Pemerintahan, dilanjutkan dengan jabatan Sekdes, dan terahir menjadi Kepala Desa 3 periode, tentunya sangat indah dan tidak akan terlupakan,” ungkapnya.

“Pesan saya kepada Yunior Kades, terutama yang baru 1 periode, tetap ikuti semua aturan Pemerintah Pusat, Provinsi, Daerah, hingga Kecamatan. Tanyakan apabila ada yang kurang dimengerti. Cari dan ingat-ingat masyarakat yang pernah tersakiti oleh kita. Segeralah datangi dan minta maaf. Yakinlah bahwa hal ini dapat menjadi obat bahkan penolong bagi permasalahan yang kita hadapi. Sedangkan bagi Calon Kades pemula, saran saya perbaiki dan perkuat niat dengan tetap memohon pertolongan Allaah SWT sambil berikhtiar dengan cara yang diridhoiNya,” pungkas Wahyu.
(Didi Sukardi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*