Bingung, Tidak Dilengkapi Marka Jalan Pengendara Mobil Tabrak, Pengendara Motor

Bekasi.swaradesaku.com.Telah terjadi lakalantas di daerah Cibatu Cikarang Pengendara mobil roda empat dengan pengendara sepeda motor roda dua,Senin (12/4).

Kejadian tersebut dikarnakan pengendara mobil melawan arus jalan hingga terjadilah kecelakaan.

Akibat kejadian itu pengendara sepeda motor pingsan, kemudian masyarakat setempat bersama Babinsa minta mobil yang menabrak pengendara sepeda motor yang pingsan, untuk di bawa kerumah sakit terdekat.Namun pengendara mobil tersebut menolak, dan sempat terjadi adu mulut.rupanya pengendara mobil tersebut seorang wartawati Pemimpin Redaksi disalah satu media online.

Menurut Serka Budi dirinya mengetahui ada kecelakaan di wilayah binaannya, bahwa ada mobil yang telah melawan arah jalan, lalu terjadilah kecelakaan antara pengendara mobil dan pengendara sepeda motor, hingga si pengendara motor tersebut jatuh pingsan.

” Saya bersama masyarakat sekitar meminta kepada pengendara mobil untuk membawa pengendara sepeda motor yang telah jatuh pingsan, untuk dibawa kerumah sakit terdekat, namun pengendara mobil tersebut tidak mau”, kata Serka Budi, menceritakan kepada awak media Rabu (14/4).

Sementara itu si pengendara mobil yang rupanya seorang Wartawati Pemimpin Redaksi online tersebut mengatakan, bahwa awal kejadiannya di wilayah Cikarang, tepatnya di akses jalan raya Inspeksi Kalimalang, Cibatu Cikarang Pusat. Saat itu, dirinya berada di posisi arus jalan dari Sasak (jembatan) lalu berbelok ke kanan.

“Menurut saya itu ada dua jalur, satu jalan itu karena di depan maupun di belakang kendaraan saya ada banyak beberapa kendaraan lain. Dan saya tidak tahu kalau sudah berubah menjadi satu jalur, bahkan beberapa sepeda motor lalu lalang dan itu ada bukti saya dokumentasikan sendiri”, ucap si pengendara mobil itu.

Pengendara mobil itu pun mengkritisi, jika kalau itu memang arahnya satu jalur kenapa tidak dilengkapi dengan marka jalan atau tidak ada rambu-rambu lalu lintas.

“Petunjuk jalan adanya setelah dari jembatan itu harusnya belok kiri, dan tidak boleh belok kanan, dan seharusnya di kasih rambu-rambu lalu lintas yang lengkap, “paparnya.

Kita seharusnya puter balik, kalau ada rambu-rambunya, sedangkan ini tidak ada jadi membingungkan para pengemudi. Saya hanya mengikuti mobil sama sepeda motor dari depan dan belakang. Bahkan banyak keterangan warga disekitar, bahwa dilokasi tersebut angka kecelakaan cukup tinggi.

Kecelakaan yang terjadi, bahwa pada saat terlihat olehnya dan rekan dari dalam mobil ada pemotor dari depan saya tampak melaju dengan kecepatan tinggi.

“Sambil saya klakson berkali-kali bahkan sempat berusaha menghindari dan berhenti kendaraan saya ke posisi bahu jalan dari pengemudi sepeda motor tersebut. Namun dengan kencangnya pengendara sepeda motor, tak bisa mengendalikan laju kendaraannya, kemudian menyambar mobil saya bagian samping kanan dan motor tersebut arah nya sudah menyimpang mungkin kalau kita buru-buru ke kiri dia mungkin kena dengan mobil yang ada di belakang mobil, “ungkapnya.

(Dodo).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*