Inilah Jawaban Kadis DPMD Terkait Video Viral Oknum Apdesi Sukabumi Ojang Apandi, Ketika Disamabangi PENAMAS

Sukabumi.swaradesaku.com.Tim Forum Silaturahmi Persatuan Nasional LSM dan Media Sukabumi (PENAMAS) sambangi Kantor, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (DPMD ) Kabupaten Sukabumi untuk bertemu dengan Kepala Dinas DPMD terkait permasalahan vidio viral oknum Kepala Desa dan Apdesi Ojang Apandi yang notabene vidio viral tersebut di lakukan di halaman kantor DPMD, tim PENAMAS meminta tanggapan Kepala Dinas tentang vidio viral itu, Senin (15/03/2021)

Freddy C. Lubis sebagai Ketua DPD Sukabumi Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Mengungkapkan kepada Media, “Permasalahan ini sudah dilaporkan oleh PENAMAS ke Mabes Polri, Kompolnas, Kemendes dan Polda Jabar karena upaya hukum yang di tempuh di Mapolres Sukabumi sudah dilakukan pencabutan Lapdu sepihak oleh KOWASI ( Komunitas Wartawan Sukabumi) atas nama Yudi Suyudi, ungkap Preddy.

“Lebih lanjut, dengan adanya pencabutan lapdu itu karena adanya dugaan Uang Kadedeuh dan iming iming adanya bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang di dorong pihak Apdesi
Untuk bantuan tersebut nantinya diterima pihak KOWASI yang mana tidak semua wartawan atau pers tergabung di dalam KOWASI, tentunya hal ini sudah sangat menodai marwah insan pers.” Ujar Fredy ketua LSM GMBI.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD ) Kabupaten Sukabumi, Tendy, ketika diminta keterangannya terkait Video Viral Sdr. Ojang Apandi, “betul vidio viral itu berlatarkan halaman kantor DPMD, tapi saya sebagai Kepala Dinas sama sekali tidak mengetahui kalau jajaran Apdesi membuat vidio tersebut, karena hal ini tidak ada dalam pembicaraan kami ketika Apdesi berkumpul di kantor DPMD”. Ujarnya

“Terkait Apdesi benar secara otomatis seluruh Desa yang ada di Kabupaten Sukabumi itu tergabung di dalam Apdesi, tapi pada kenyataannya di lapangan, tidak semua Desa tergabung di Apdesi”. Kata sang Kepala Dinas.

Selain masalah vidio viral Sdr. Ojang Apandi, tim PENAMAS pun mempertanyakan terkait permasalahan Sdr. Eko yang di persekusi oleh aparat Desa Cijalingan, tendy berkomentar bahwa dirinya langsung menghubungi camat Cijalingan guna menindak lanjuti permasalahan tersebut “ ketika saya mengetahui permasalahan tersebut,saya langsung menghubungi Camat untuk langsung menindak lanjuti permasalahan ini, dan Camat pun melaporkan kepada saya bahwa sudah terjadi islah antara pak guru Eko dengan Perangkat Desa Cijalingan,tentunya saya pribadi sangat menyayangkan kejadian ini,yang mana seharusnya Perangkat Desa sebagai pelayan masyarakat tidak bersikap arogan seperti itu,eloknya setiap ada permasalahan di lapangan hendaknya diselesaikan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku

Tendy pun meminta maaf untuk ketidak hadiranya dalam pertemuan dengar pendapat di pendopo Kabupaten Sukabumi, karena waktunya bersamaan dengan penyuntikan vaksin di Kantor DPMD, saya sudah berkordinasi dengan pihak DPRD untuk ketidak hadiran saya dalam acara tersebut, satu lagi pesan saya hendak nya untuk seluruh jajaran Perangkat Desa untuk lebih berhati hati dan bijaksana dalam menggunakan Media Sosial, Pungkasnya.

( Tim/Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*